Permintaan Yusril Ganti Hakim Dalam Kasus Tipu Gelap Kongsi Pasar Turi Kandas

Saksi Teguh Kinarto

SURABAYA-Permintaan penasehat hukum Yusril Ihza Mahendra untuk mengganti majelis hakim pemeriksa dalam kasus tipu gelap kongsi pembangunan Pasar Turi yang menjerat Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry Jocosity Gunawan sebagai terdakwa akhirnya kandas. Pasalnya, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memastikan tudingan Yusril yang menyebut hakim ada kepentingan dalam perkara ini dinyatakan tidak terbukti.

Pernyataan penolakan itu langsung disampaikan Hakim Anne Rusiana dalam sidang diruang Cakra. Namun sayangnya, Yusril tidak hadir dalam persidangan yang sedianya mendengarkan tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Tim penasehat hukum sudah terima surat jawaban dari Ketua Pengadilan, karena itu sidang kami lanjutkan dengan pemeriksaan saksi,”ujar Hakim Anne Rusiana kepada tim penasehat hukum terdakwa Henry diruang sidang Cakra PN Surabaya, Senin (1/10) dan memerintahkan JPU untuk menghadirkan tiga saksi untuk diperiksa didalam persidangan.

Baca :  Bantah Tipu Pedagang Pasar Turi, Henry J Gunawan Malah Pakai Tangan Hakim Kembalikan Hasil Penipuan

Sidang perdana pembuktian kasus tipu gelap ini menghadirkan tiga orang saksi. Mereka adalah Direktur PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) Drs Iriyanto Abdoella dan dua penanam saham PT GNS, yakni Widjijono Nurhadi dan Teguh Kinarto.

Saksi Iriyanto Abdoella mendapat giliran pertama untuk memberikan kesaksiannya, sementara Widjijono mendapat giliran kedua dan dilanjutkan dengan keterangan saksi Teguh Kinarto. Dalam kesaksiannya, Iriyanto menerangkan asal muasal kasus ini.

Direktur PT GNS ini menjelaskan, jika tindak pidana Henry bermula dari penandatanganan kesepakatan antara PT GBP milik Henry dengan PT GNS terkait kebutuhan dana pembangunan Pasar Turi yang diminta oleh PT GBP yang diwakili Henry ke pemegang saham PT GNS.

Baca :  Tersulut Emosi, Henry J Gunawan Bentak Jaksa dan Hakim

Dikatakan Iriyanto, awalnya dia tidak mengetahui adanya masalah kerjasama antara PT GBP dengan PT GNS. Masalah itu baru diketahui setelah dia diangkat menjadi Direktur pada 2015.

“Saya baru tau adanya kerjasama permodalan dengan PT GNP yang diwakili Henry terkait pembangunan Pasar Turi dari para pemegang saham PT GNS, yakni Shindo Sumidomo alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widjijono Nurhadi,” terang Iriyanto saat bersaksi.