Pertemuan IMF-WB Untungkan Pariwisata Indonesia

JAKARTA-Menteri Koordinator Maritim Luhut B. Pandjaitan yang juga Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) berdasarkan Keppres No 11 tahun 2017 memastikan dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai pertemuan tahunan IMF-WB di Bali tidak akan menghambur-hamburkan uang Negara.

Justru, pertemuan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata.

“Jadi kalau ada yang bilang kita hambur-hambur uang, saya penanggung jawab. Nah, suruh ngomong ke saya, supaya clear, saya bertanggung jawab, not any single penny (tidak ada satu rupiahpun) yang lari ke peserta,” tegasnya.

Menurutnya, pertamuan IFM-WB itu sangat strategis untuk Indonesia. Justru, pertemuan tersebut merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata.

Baca :  Lion Air Catatkan Kinerja Ketepatan Waktu 85,97%

“Sekarang apa yang kita dapat? Yang kita dapat itu promosi Indonesia yang luar biasa ada 189 negara yang datang, dan 17.500 peserta plus pengikut-pengikutnya jumlahnya kita belum tahu. Nah mereka itu semua orang kaya. Jadi dari semua itu kita siapkan lagi tourist destination tadi,” urai Menko Luhut.

Lebih jauh, Menko menyebutkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan Banyuwangi, Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Borobudur dan Raja Ampat untuk ditawarkan kepada investor.

“Lapangan terbang kita siapkan di Banyuwangi sekaligus mempersiapkan destinasi wisata. Jadi kalau kami investasi, ada uang keluar, ada yang bilang duit berlebihan keluar, saya jelaskan kita malah beruntung, dengan uang anggaran untuk penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank tadi, kami manfaatkan sekalian untuk destinasi wisata,”tegasnya.

Baca :  Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks Via WhatsApp

Di Labuan Bajo jelas Menko Luhut, pemerintah sudah memperbaiki infrastruktur, mulai pelabuhan udara, jalan raya, lampu penerang jalan, suplai air hingga sistem pengolahan sampah.

“Pemerintah juga telah melakukan capacity building kepada masyarakat dan pelaku pariwisata di daerah destinasi turis sehingga daerah mendapatkan manfaat dan pemasukan kas daerah dari penyelenggaraan IMF-WB,” pungkasnya.