Perubahan BI Rate Tunggu Sinyal Keputusan The Fed

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) tidak akan gegabah melakukan perubahan kebijakan moneter terkait suku bunga acuan atau BI Rate. Perubahan suku bunga acuan akan tetap mengacu pada sikap Federal Reserve AS yang akan menaikkan tingkat suku bunga. “Kebijakan moneter yang akan ditempuh BI tetap perpedoman aspek kehati-hatian. Iintinya, bank sentrak menjaga prudent monetary policy,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat (9/10).

Dia mengatakan, potensi perubahan BI Rate masih dihadapkan dengan wacana kenaikan Fed Funds Rate. “Pada siatuasi global, kita masih menghadapi suku bunga Amerika yang akan naik,” ucap Mirza.

Mirza memperkirakan, suku bunga The Fed tidak akan mengalami kenaikan pada tahun ini, melainkan pada Kuartal I-2016. “Tetapi, kami prudent menjaga stabilitas. Karena, hanya dengn stabilitas, maka pertunbuhan ekonomi akan terjadi,” paparnya.

Baca :  Semester II-2013, NPI Membaik

Lebih lanjut Mirza meyakini, tingkat pertumbuhan ekonomi akan mengalami kenaikan di kuartal ketiga dan empat tahun ini. “Kalau dilihat dari siklus ekonimi,  semester pertama selalu lebih soft dibanding semester kedua,” ujar Mirza.

Dia mengatakan, pencairan anggaran belanja modal di APBN-P 2015 di semester kedua akan mampu menjalankan proyek-proyek infrastruktur. “Kalau proyek mulai jalan, maka mulai ada kebutuhan kredit. Swasta juga butuh kredit. Kita lihat nanti recovery ini, semoga terus berlanjut,” ucapnya.