Perundingan IE-CEPA Harus Win-win Solution

BALI-Wakil Menteri Perdagangan (Kemendag), Bayu Krisnamurthi, dan Sekretaris Negara untuk Kementerian Luar Negeri Norwegia, Morten Høglund, melakukan pertemuan bilateral membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara dalam kerangka Indonesia-European Free Trade Associatian Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA/IE-CEPA), serta isu-isu perdagangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut,  Norwegia menyampaikan dukungannya terhadap upaya-upaya dari kedua pihak untuk segera mencapai kesepakatan dalam perundingan IE-CEPA. Putaran perundingan yang ke-9 rencananya akan diselenggarakan pada bulan Mei 2014 di Indonesia. Sementara  Indonesia menekankan bahwa perundingan IE-CEPA harus win-win solution. Akselerasi percepatan perundingan IE-CEPA dapat ditempuh melalui kerja sama bilateral yang lebih dalam dengan negara-negara Aggota EFTA, utamanya Norwegia sebagai salah satu anggota EFTA.  “Indonesia harus mendapatkan keuntungan yang lebih dari perjanjian IE-CEPA, mengingat negara-negara anggota EFTA memiliki kekuatan dan kelebihan sebagai pemasok kelas dunia,” jelas Bayu di Bali, Selasa (3/12).

Ia juga menekankan pentingnya EFTA dalam meningkatkan kerja sama investasi dari yang sudah mereka lakukan di Indonesia.

Norwegia sebagai salah satu negara penghasil produk-produk perikanan dan pengelola energi dunia diharapkan dapat lebih mendorong dan meningkatkan kerja sama, baik investasi maupun peningkatan kapasitas industri di Indonesia. Kerja sama investasi, utamanya energi terbarukan dan energi lainnya diharapkan dapat menjadi pendorong dalam menyelesaikan isu-isu perundingan IE-CEPA yang belum terselesaikan agar tercapai keseimbangan dan keuntungan bersama dalam perundingan tersebut.

Untuk memulai pembicaraan kerja sama tersebut, kedua Menteri merencanakan untuk melakukan pertemuan lanjutan pada awal tahun 2014 di Norwegia, sebelum pelaksanaan forum energi dunia pada bulan April 2014 di negara tersebut.

Baca :  Kopi Indonesia Modal Kebangkitan Ekonomi Bangsa