Petani Tembakau Didorong Diversifikasi Tanaman

poskotanews.com

JAKARTA-Kementrian Pertanian (Kementan) mengantisipasi dampak negatif yang menimpa petani tembakau, terkait tekanan Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control). “Meski begitu kami antisipasi jika sewaktu-waktu kondisi berubah dan harus ada rencana lain. Misalnya, kami akan alihkan petani tembakau untuk menanam komoditas lain,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Gamal Nasir, Rabu, (11/06/2014).

Namun demikian,  Gamal mengakui hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah Indonesia, soal ketentuan internasional tersebut. “Kami masih berupaya memperjuangkan kehidupan petani tembakau,” ujarnya

Lebih jauh kata Gamal, pada tahap awal ini Kementan mendorong petani tembakau untuk melakukan diversifikasi seperti menanam buah, jagung, kedelai hingga wijen yang sudah mulai berjalan di Madura. Pelaksanaannya saat ini masih terus disosialisasikan ke petani sebagai pilihan. “Memang tidak mudah untuk mengalihkan petani tembakau ke tanaman lain. Apalagi harga tembakau saat ini terbilang tinggi dibandingkan komoditas lain,” ujarnya

Berdasarkan informasi, produksi tembakau pada 2014  ini diyakini bisa mencapai 200.000 ton dari total kebutuhan tembakau 300.000 ton. Padahal, tahun lalu produksi tembakau nasional mencapai 120.000 ton. Artinya, impor tembakau dapat ditekan.

Sebelumnya, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memprediksi impor tembakau tahun ini bisa mencapai 100.000 ton lebih rendah dari impor tembakau 2013 yang mencapai 180.000 ton. Tahun ini, luas areal tembakau diperkirakan sama dengan luas areal tembakau 2013 yang mencapai 269.382 hektar (ha). (ek)