Petrus: Novel Baswedan Cs Diduga Bumper Koruptor “Big Fish”

Tuesday 1 Jun 2021, 12 : 48 pm
by
Hotman Paris Hutapea maupun Babeh Aldo, layak dimintai pertanggungjawaban pidana bersama dr. Lois Owen
anggota Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus

JAKARTA-Upaya pembangkangan yang dilakukan 75 Pegawai KPK nonaktif hingga kini terus dilakukan.

Aksi ini dieksploitasi dan dikapitalisasi oleh ICW, YLBHI, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas dan Koalisi Guru Besar Anti Korupsi dll), sebagai perilaku oportunis, anomali (tabrak sana tabrak sini), tanpa mengindahkan “tata krama” atau “fatsun politik”.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menduga aksi dukungan ini demi melindungi koruptor “big fish” yang selama ini diproteksi oleh Novel Baswedan dkk.

“Saya menduga, politisasi 75 Pegawai KPK nonaktif adalah perilaku kelompok oportunis yang menyandera KPK demi kepentingan koruptor kakap atau big fish,” ujar Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus di Jakarta, Selasa (1/6).

Baca juga :  Ikrar Nusa Bhakti: Rakyat Ingin DPR Bongkar Kecurangan Pemilu 2024

Menurutnya, perilaku oportunis, melahirkan aksi-aksi yang mengarah kepada sikap-sikap “intoleran” terhadap pemerintah.

Sikap intoleran ini tercemin dari aksi menuntut pembatalan hasil TWK 1.271 yang sudah lulus, meminta penundaan pelantikan 1.271 Pegawai KPK menjadi ASN.

Tak hanya itu, aksi kelompok intoloren ini juga menuntut pencopotan Firli Bahuri dari Ketua KPK serta mengancam Presiden Jokowi sebagai penghancur KPK jika tidak melindungi 75 Pegawai KPK nonaktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Survei Revou 2021: DANA Perusahaan Teknologi Paling Menyenangkan bagi Karyawan

JAKARTA-DANA rupanya tak hanya menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan bisnis
Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 19,17 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 10,96 miliar dolar AS

NPI Triwulan IV 2022 Surplus USD 4,7 Miliar

JAKARTA-Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2022 tetap solid