Pieter Zulkifli Resmi Jabat Ketua Komisi III

JAKARTA- Gonjang-ganjing pemilihan Ketua Komisi III berakhir sudah. Politisi Partai Demokrat Pieter Zulkifli Simabuea  akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Komisi III DPR yang baru menggantikan Gede Pasek Suardika setelah Ruhut Poltak Sitompul mengundurkan diri dari pencalonan tersebut.  Pieter resmi ditetapkan sebagai Ketua Komisi III DPR setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota komisi III.  Sedangkan Ruhut Sitompul  mengaku  mendapat hadiah dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupa jabatan terhormat di partai.  “Dengan demikian kami tetapkan saudara Pieter Zulkifli sebagai Ketua Komisi III yang baru,” kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo dalam Rapat Persetujuan dan Penetapan Ketua Komisi III di Gedung Nusantara II di Jakarta, Selasa (8/10).

Pramono menyampaikan persetujuan dan penetapan itu dilakukan setelah pimpinan DPR menerima surat dari Fraksi Partai Demokrat yang mengajukan nama Pieter Zulkifli sebagai calon Ketua Komisi III yang baru untuk menggantikan Ruhut Sitompul.

Penetapan ini berjalan cepat dan lancar selama sekitar 10 menit. Hanya, penetapan ini tidak diikuti oleh empat fraksi yaitu Golkar, PPP, Gerindra dan Hanura. “Hal ini sesuai dengan surat yang diterima Pimpinan DPR pada 7 Oktober tentang penggantian nama calon Ketua Komisi III dari Ruhut Poltak Sitompul menjadi Pieter Zulkifli,” katanya.

Pramono juga menyampaikan harapan agar Ketua Komisi III yang baru terpilih itu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta meningkatkan kinerja Komisi III. “Mudah-mudahan dengan kepemimpinan beliau di Komisi III ini bisa menambah makna bagi upaya penegakan hukum,” ujarnya.

Dia  juga berpesan agar Komisi III dapat segera melaksanakan tugas-tugas yang sempat tertunda sebelum usainya masa sidang DPR, terutama untuk uji kepatutan dan kelayakan calon tunggal Kapolri yang diusulkan Presiden.

Ketua Komisi III Pieter Zulkifli menyampaikan harapan dan meminta kerja sama dari seluruh anggota Komisi III. “Saya memerlukan bimbingan dan kerja sama yang baik dari rekan-rekan agar dapat melaksanakan tugas di komisi III. Ini suatu penugasan yang luar biasa,” katanya.

Setelah tidak mendapat tempat di posisi Ketua Komisi III DPR, Ruhut Sitompul mengklaim akan mendapat jabatan terhormat.  Namun, dia enggan menyebut jabatan baru hadiah SBY tersebut. “Ada jabatan yang terhormat buat aku. Itu langsung dari bapak (SBY),” kata Ruhut, di Gedung DPR, Selasa (08/10).  

Dia menjelaskan jabatan terhormat yang akan dianugerahkan telah disampaikan oleh Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin. “Aku itu pekerja yang cepat menghadapi musyawarah. Aku dapat informasi itu dari Pak Syarief dan Pak Amir,” pungkas mantan Lawyer dan artis ini.

Sementara Gede Pasek Suardika yang kini jadi anggota biasa di Komisi Hukum menilai penggantinya adalah sosok yang tepat karena berlatar belakang akademisi bidang hukum.