Polisi Sita Server dan Tower Milik Sindikat Penipuan Online

A parat Kepolisian menyita server yang dipakai sindikat penipuan online dari sebuah Ruko diTangerang

TANGERANG-Subdit IV Cyber Crime Polda Metro Jaya mengamankan dua Ruko di Kota Tangerang Selatan, Banten, lantaran digunakan sebagai tempat penyimpanan server dan tempat berdirinya tower jaringan internet untuk tindak kriminal cyber fraud yang melibatkan warga negara Cina Taiwan.

Pengamanan dua Ruko di Tangsel itu merupakan pengembangan atas kasus tertangkapnya 11 pelaku penipuan online yang dilakukan oleh tujuh orang warga negara Cina Taiwan dan empat pelaku warga negara Indonesia. “Empat orang Indonesia berperan sebagai penghubung, ada yang bekerja sebagai sopir, tenaga IT, penghubung untuk menyewakan ruko dan mobil,” ungkap Panit Subdit IV Cyber Crime Direskrimsus Polda Metro Jaya, Inspektur Satu, Sami Waskita, Kamis (18/2).

Baca :  Tipu Tiga Pengusaha, Henry Jacosity Gunawan Kembali Diadili

Adapun barang-barang yang diamankan Pihak Subdit IV Cyber Crime Polda Metro Jaya dari kedua ruko berukuran kurang lebih 7×12 meter itu, satu tower internet, hub router, delapan meter kabel LAN dan dua UPS.

Sami mengungkapkan, kedua Ruko yang berada di kawasan Graha Raya Bintaro itu, hanya digunakan sebagai tempat pemancar tower dan gudang penyimpanan server. “Modusnya, warga Cina Taiwan itu, melakukan penipuan yang korbannya adalah warga Cina, tapi mereka melakukan pekerjaan itu di Surabaya dan Bekasi, ruko di Tangsel hanya buat menyimpan server dan tower pemancar,” katanya.

Dikatakan Sami, 11 pelaku yang telah lama beroperasi di Indonesia itu, mampu meraup keuntungan hingga Rp2 miliar setiap bulannya. “Terungkapnya kasus ini, atas laporan dari Kepolisian Cina bahwa ada tindak penipuan yang dilakukan dari Surabaya dan Bekasi,” bebernya.

Baca :  Anggota BPK Rizal Djalil Diperiksa KPK

Kini kesebelas pelaku mendekam di jeruji tahanan, dan akibat perbuatannya, 11 pelaku tersebut disangkakan Pasal 378 dan UU ITE dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Ani, 40, agen duta property yang berhubungan langsung dengan sang penyewa berinisial GH,50, mengaku kaget dengan penyegelan ruko yang disewakan clientnya. Pasalnya, meski selama masa 16 bulan tersewa, dirinya tidak mengetahui gelagat mencurigakan dari ruko yang disewakannya itu.”Biasa saja, memang saya tahu meski sudah setahun empat bulan di sewa, ruko selalu tutup. Karena GH mengakunya cuma numpang buat jaringan internet, jadi enggak perlu ada karyawan setiap hari,” akunya. (Raja Tama)