Sempat Buron, ‘D’ Pelaku Pemerkosaan Remaja di Serpong Dibekuk Polisi

ilustrasi

TANGERANG-OR (16), anak remaja korban pemerkosaan di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, oleh 8 orang tersangka sempat meracau dan tidak bisa beraktifitas normal, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis (11/6/2020) kemarin. 

OR sebelumnya, mengalami kekerasan dan tindak pidana pemerkosaan oleh 8 orang pelaku warga Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang pada 10 April dan 18 April 2020. 

“Kemudian setelah tanggal 18 April, korban sakit dan tidak bisa melakukan aktifitas, dengan gejala suka ngomong sendiri, pelo, cadel dan tetap dirawat di rumah. Oleh keluarga dikira gangguan mental maka di bawa ke RS Jiwa Dharma Graha Serpong,” ucap Kanit Reskrim Polsek Pagedangan Ipda Margana. 

Namun, sebelum dia dibawa ke RS khsusu Jiwa di kawasan Serpong, korban sempat bercerita kepada keluarganya, kalau dia menjadi korban pemerkosaan oleh kelompok pemuda di Desa Cihuni.

“Korban sendiri sudah cerita ke keluarganya, ke nenek dan bibi korban bahwa dia mengalami kejadian itu tgl 18 April. Dan di RS Jiwa Graha Serpong, dia ditanyai suster dan dia menjelaskan bahwa dia diperkosa oleh 8 orang,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan pihak RS Jiwa, korban pada tanggal 26 Mei disarankan pindah perawatan ke RS umum. 

“Karena gejalanya suka ngomong sendiri, pelo, cadel korban oleh keluarganya di bawa ke RSJ. Dikira gangguan jiwa, tapi tanggal 26 oleh RSJ diminta keluarganya memindahkan ke RS umum dan tanggal (9/6) diambil keluarga dan sampai dirumah tanggal 11/6 korban meninggal,” terangnya.

Atas kejadian itu, kemudian ramai pemberitaan di media massa pada (12/6), dari situ Polisi kemudian bergerak untuk melakukan penyelidikan. 

“Tanggal 12 pagi masuk ke media, dari situ polisi bergerak dan baru mengetahui TKP, tersangka dan kejadian serta mengamankan 4 tersangka di rumah masing masing,” jelasnya.

Sementara 3 pelaku lainnya (baru 7 yang ditetapkan tersangka) ditangkap di tempat berbeda. Hingga kemudian Polisi berhasil mengamankan pelaku D, yang kemudian terungkap adanya pelaku S alias K yang juga ikut melakukan pemerkosaan. 

“D ditangkap di Pamulang, D alias K ini kita amankan di rumahnya di Cihuni, karena dia merasa masalah sudah selesai, karena ada perdamaian dia tenang saja di rumah,” terang Margana.

Dalam mediasi atau damai antara pihak korban dan keluarga, Polisi menyebutkan para pelaku berpatungan senilai Rp12 juta. Uang itu, diberikan para pelaku sebagai kompensasi biaya perawatan korban di RS. 

“Damai, karena mereka ada kesepatakan memberikan ganti pengobatan. Saya tidak tahu kapan itu. Kita hanya mendapat informasi dan menyimpan bukti surat pernyataan. Bukti itu, menyatakan ada peristiwa itu,” ungkap Margana. 

Dalam surat pernyataan, Polisi mengaku surat itu berisi, pernyataan keluarga korban bahwa tidak ada penuntutan hukum atas kejadian tersebut. 

“Pernyataan tidak menuntut, ditandatangani oleh orang tua FF dan orang tua korban. Kesepakatannya si FF mau menikahi korban kalau korban sembuh, karena keluarganya diyakini kalau mereka berpacaran. Dan keluarga memercayainya. Dan benar ada patungan 12 juta untuk pengobatan korban,” ungkap Margana.