Potensi EBT Yang Melimpah di Indoneia Menarik Investor

energi baru

JAKARTA-Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan oleh Pemerintah berpotensi memberikan kontribusi besar pada ketahanan energi nasional dan perekonomian nasional yang berkelanjutan. Melihat peran krusial dari EBT ini dibutuhkan dukungan dari pihak universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT.

“Pemerintah membutuhkan dukungan dari pihak Universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT. Hal ini demi mendorong industri EBT agar lebih efisien. Terus lakukan riset teknologi lanjutan agar bisa memberikan masukan kepada Pemerintah,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada acara International ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Business Summit 2019 di Hotel Shangrilla Jakarta, Jumat (15/11).

Sebagai informasi, International ITS Business Summit 2019 merupakan salah satu sarana mempertemukan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha.

Baca :  Progress Pembangunan PLTB Tolo I Telah Mencapai 96%

Selain mampu mewujudkan ketahanan energi di masa depan, target bauran energi berbasis EBT sebesar 23% di tahun 2025 diproyeksikan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja.

“Dunia sudah mulai membicarakan transisi energi sejak adanya inisiatif Paris Agreement yang menghasilkan energi bersih. Potensi EBT yang melimpah di Indonesia akan menarik investor. Jadi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih baik dengan hadirnya lapangan kerja,” kata Arifin.

Arifin mengungkapkan, suksesnya sejumlah negara berlomba-lomba memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik menjadi bukti EBT sebagai energi masa depan. Untuk itu, pemanfaatan EBT akan dioptimalkan melalui eksekusi mega proyek 35 ribu Mega Watt (MW).

“Sebagai energi masa depan, EBT sudah selayaknya mengisi program 35 ribu MW,” tandas Arifin.

Baca :  Lampaui Target APBN, Pendapatan Minerba Mencapai Rp 32,2 Triliun