Potensinya Terbuka, Pengembangan Borobudur Harus Terintegrasi

Kawasan Candi Borobudur/dok wikimedia

MAGELANG-Presiden Joko Widodo meminta agar pengembangan Borobudur harus dipersiapkan dengan matang mengingat potensi pasarnya yang sangat besar. Terlebih lagi sekarang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar Candi yang menjadi mahakarya budaya dunia.”Sebagai warisan pusaka dunia yang sudah mendapatkan pengakuan internasional sebagai sebuah situs warisan budaya, Candi Borobudur harus terus dilestarikan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang masalah percepatan pembangunan destinasi wisata nasional Borobudur di Hotel Manohara, kawasan Borobudur, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1).

Berdasarkan data yang diterimanya tahun 2014, jumlah wisatawan macanegara yang mengunjungi Candi Borobudur berjumlah sekitar 250.000 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak kurang lebih 2,2 juta.

Presiden menilai potensi pasar Candi Borobudur  masih sangat terbuka, terutama untuk wisatawan yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hong Kong, Belanda, Jerman, Brunei,dan juga dari Cina. “Untuk itu, saya minta pengembangan Borobudur ini harus betul-betul dipersiapkan dengan baik, terinterintegrasi antar kementerian, dengan provinsi, baik yang berkaitan dengan akses civilitas juga terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain: Borobudur, Prambanan, ada Sangiran yang ini juga semuanya sudah warisan budaya,” pinta Presiden.

Presiden juga memuji gebrakan yang sudah dilakukan Menteri Pariwisata sekarang dengan membangun country branding-nya. “Saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya positioning-nya diferensiasinya, kemudian dibangun brand product-nya, brand value-nya dan kemasan-kemasan yang lain sehingga dalam me-marketing-i, dalam memasarkan, ini akan akan lebih memudahkan,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden berharap agar fasilitas dan pelayanan yang standarnya internasional harus disediakan. “Ini masa twilight, minimal standar bintang 4. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4, tapi  juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yang kita inginkan,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga menginginkan agar atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik. Sehingga wisawatan tidak hanya melihat candi Borobudur tetapi juga atraksi seni budayanya juga bisa dimunculkan. “Tadi saya tanya, setahun sudah ada tapi baru sekali. Yang saya minta, setiap minggu harus ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY sudah lebih dari cukup, kalau mau melebar Indonesia lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan,” papar Presiden.

Presiden Jokowi meminta agar manajemen pengelolaan harus diperjelas. Sebab, sayup-sayup terdengar bahwa ada 4 manajemen yang terlibat disini. “Nah, kalau kapal nahkodanya 4, ini biasanya memutuskannya bingung. Ini yang sekarang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.