Presiden Baru Harus Jaga Kesinambungan Fiskal

JAKARTA-Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengingatkan presiden baru yang terpilih dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang mengenai pentingnya menjaga kesinambungan fiskal. Hal ini menjadi penting dalam sistem perekonomian nasional mengingat masih tingginya ketidakpastian global, kompleksitas pengelolaan ekonomi, serta pengalaman berharga dari krisis-krisis sebelumnya.“Pengelolaan fiskal dengan prinsip kedipilinan, kehati-hatian dan kesinambungan menjadi garis tegas yang terus dikedepankan untu ktetap menjaga stabilitas dan prospek positif perekonomian nasional. Termasuk di masa transisi kepemimpinan saat ini menjelang Pemilihan Presiden periode 2014-2019,” jelas Firmanzah di Jakarta, Senin (9/6).

Menurutnya, kesinambungan fiskal di masa transis ikepemimpinan nasional tidak hanya pada strategi fiskal tetapi juga pada implementasinya yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah 2014 dan 2015.

Baca :  Intan Fauzi Dorong Percepatan Restorasi dan Normalisasi Kali Bekasi

Dia juga mengapresiasi sikap Presiden SBY yang telah menyampaikan kepada publik akan mengundang Presiden terpilih  nantinya untuk melakukan serangkaian konsultasi terkait pengajuan APBN 2015 beserta Rencana Kerja Pemerintah (RKP). “Sikap tersebut menunjukkan konsistensi dan komitmen Presiden SBY dalam mengawal serta menjaga stabilitas perekonomian dengan memastikan kebijakan fiskal nasional dapat berjalan berkesinambungan,” jelas Firmanzah seraya menyebutkan, kesinambungan pengelolaan fiscal menjadi prasyarat untuk mewujudkan ekonomi yang kuat dan resilien.

Firmanzah juga mengapresiasi sikap Presiden SBY yang dalamsejumlahkesempatan, jugamenyampaikanbahwa proses demokrasi/transisi kepemimpinan nasional perlu dijaga dalam koridor stabilitas nasional. Bahkan Presiden SBY berkeinginan besar menumbuhkan budaya baru dalam transisi kepemimpinan, budaya yang mengedepankan persatuan dan kesatuan, saling membahu, saling menghargai, dan saling melengkapi.“Dengan budaya positif ini, Indonesia akan lebih maju, berbudaya, dan dapat menjadi contoh dunia di tengah krisis politik yang mendera sejumlah negara-negara lain. Dengan budaya positif ini, stabilitas perekonomian nasional di tengah perlambatan global juga dapat terus terjaga dan ditingkatkan,” ujar Firmanzah.

Baca :  Stok Beras 2 Juta Ton, Presiden Tegaskan Tak Ada Impor Hingga Akhir 2016

Namun dia mengingatkan, bahwa keinginan besar Presiden SBY itu membutuhkan tidak hanya dukungan dari kedua pasangan capres-cawapres ,tetapi juga seluruh masyarakat luas demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dansejahtera. “Saya percaya, budaya baru ini tidak hanya dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional tetapi akan menjadi catatan sejarah dalam proses berbangsa dan bernegara kita,” pungkas Firmanzah.