Presiden Lantik Nurhajizah Marpaung Sebagai Wakil Gubernur Sumut

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla menyampaikan ucapan selamat kepada Nurhajizah Marpaung yang baru dilantiknya sebagai Wagub Sumut, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah Brigadir Jenderal (Purn) Hj Nurhajizah Marpaung sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) untuk sisa periode 2013-2018, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3).

Nurhajizah menggantikan posisi Wakil Gubernur Sumut yang lowong setelah Wagub sebelumnya Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai Gubernur menggantikan Gatot Pujo Nugroho yang tekandung kasus korupsi, dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelum dilantik, Nurhajizah menerima penyerahan petikan Keputusan Presiden terkait pengangkatannya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara di Istana Merdeka.

Prosesi dilanjutkan dengan upacara pelantikan oleh Presiden.

Pelantikan Nurhajizah sesuai dengan Keppres Nomor 142/P Tahun 2016 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur Sumatera Utara Sisa Masa Jabatan Tahun 2013-2018. “Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” kata Jokowi membacakan sumpah janji yang diikuti oleh Nurhajizah.

Baca :  Presiden Minta Belanja Subsidi Harus Efektif Mengatasi Ketimpangan

Nurhajizah menggantikan posisi Wakil Gubernur Sumut yang lowong setelah Wagub sebelumnya Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai Gubernur menggantikan Gatot Puo Nugroho yang tekandung kasus korupsi, dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam dalam pemilihan yang diselenggarakan di ruang Sidang Paripurna DPRD Sumut, Senin, 24 Oktober 2016 lalu, Nurhajizah yang berasal dari dari Partai Hanura terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumut menyisihkan calon lainnya, Idris, yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat pemilihan itu, Nurhajizah memperoleh 68 suara dari 87 suara sah. Sementara Idrus hanya mendapatkan 19 suara.

Nurhajizah lahir di Bandar Pulau, Asahan, tanggal 7 Agustus 1956. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum USU Medan (1983), Magister Hukum Unpad Bandung (2008), dan Doktor ilmu hukum Unpad (2012).

Baca :  Presiden Larang Menteri Minta Tambahan Anggaran Langsung ke Komisi DPR

Di lingkungan TNI, ia pernah menjabat sebagai Kabag Luhkum Rokum Setjen Kementerian Pertahanan pada tahun 2001dan Kepala Biro Hukum Rokum Setjen Kementerian Pertahanan pada tahun 2011.

Pelantikan dan pengambilan sumpah Wakil Gubernur Sumatera Utara itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.