Produk Alas Kaki Indonesia Memenuhi 3% Kebutuhan Dunia

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri alas kaki nasional dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta meningkatkan daya saingnya di pasar dalam negeri maupun internasional.

Hal ini sangat penting mengingat industri alas kaki merupakan salah satu sector strategis karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri, dan menyumbang devisa ekspor non migas yang cukup signifikan.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kemenperin, Euis Saedah disela-sela acara pembukaan Pameran Alumni dan Mitra Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Plasa Pameran Industri, di Jakarta, Selasa (12/8).

Menurutnya, perkembangan industri alas kakinasional sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor sepatu yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca :  BI: Cadev Naik Jadi US$129,2 Miliar

Data menyebutkan, pada tahun 2013 nilai ekspor mencapai USD 3,86 miliar dibandingkan tahun 2012 sebesar USD 3,6 miliar.

Selain nilai ekspor yang cukup besar, surplus ekspor industri alas kaki selama 5 tahun terakhir rata-rata mencapai USD 2 miliar.

“Dengan nilai ekspor tersebut, Indonesia mampu memenuhi sekitar 3% kebutuhan dunia akan produk alas kaki,” urainya.

Dia menegaskan, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 menjadi sebuah realita yang harus dihadapi oleh sektor industri alas kaki nasional, ditengah perbandingan kebutuhan pasar dan tenaga kerja industri yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, diharapkan para pemangku kepentingan industri alas kaki nasional dapat menyiapkan tenaga kerja terlatih dan profesional sehingga tantangan tersebut dapat menjadi peluang dalam industri alas kaki nasional.

Baca :  Kontribusi Manufaktur Terhadap Perekonomian 17%

“Sementara itu, ekonomi nasional saat ini banyak didorong oleh kontribusi industri kreatif dengan melibatkan banyak generasi muda yang memiliki kreativitas dan inovasi, tidak terkecuali industri kreatif di sub sektor alas kaki,” tuturnya.

Dia mengatakan, pengembangan serta pertumbuhan IKM tidak terlepas dari komitmen dan kebijakan pemerintah melalui sejumlah program kerja. Dirjen IKM akan terus mendorong dan mendukung para pengusaha IKM industri sepatu melalui program revitalisasi dan menumbuh-kembangkan IKM alas kaki secara berkelanjutan.

“Dengan adanya Pameran Alumni dan Mitra BPIPI, kami mengharapkan akan munculnya berbagai hasil kreasi para pelaku IKM binaan BPIPI yang semakin dikenal di kalangan masyarakat luas, dengan produk yang semakin baik dari segi kualitas, desain, kemasan, serta harga yang kompetitif dan berdaya saing, serta cepat beradaptasi dalam mengikuti perkembangan mode trend dunia,” tegasnya.

Baca :  Kemenperin Dorong Pelaku IKM Dongkrak Kualitas Garam Nasional

Diharapkan juga BPIPI dapat lebih meningkatkan peranannya dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Selain itu, BPIPI dapat membantu mewujudkan industri sepatu dan alas kaki yang sehat, maju dan mandiri sehingga dapat mengangkat perekonomian bangsa dan negara Indonesia.