Prof Suwarno: Aurora Santika Pelukis Berintegritas, Sangat Otentik

Kamis 22 Feb 2018, 9 : 05 pm
by
Kurator seni senior Prof Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum bersama pelukus Aurora Santika Pangastuti

JAKARTA-Kurator seni senior yang juga Dosen Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta  Prof Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum menilai pelukis muda Aurora Santika Pangastuti memiliki prasyarat yang dibutuhkan untuk menapaki jalan kesenian yang tak mudah ini. Pergulatan yang sungguh-sungguh, disertai integritas, komitmen, dedikasi dan semangat menjelajah serta menerobos kekangan, adalah modal besar serta penting untuk menghadirkan diri di panggung pemikiran dan penciptaan seni rupa hari ini serta masa depan.  “Saya melihat, lukisan Ara ini sangat otentik. Artinya, dia tidak berusaha membuat lukisannya bagus, tetapi apa adanya,  jujur dan transparan,” ujar Suwarno yang pengamat seni lukis Indonesia sekaligus kurator Pameran Tunggal Seni Rupa bertajuk “Breaking Through” di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No. 73 Menteng, Jakarta, Kamis (22/2).

Sebanyak 23 lukisan hasil karya gadis kelahiran Bogor 19 Juni 1996 dipamerkan dalam ajang yang digelar dari 19 Februari hingga 25 Februari 2018 ini.

“Pameran tunggal pertama Aurora ‘Ara’ Santika kali ini menghadirkan debutan baru perempuan pelukis muda usia, yang berani memilih profesi sebagai pelukis, dan sangat berani dalam hal mengambil serta mengolah tema-tema yang sangat serius yang jauh dari sederhana.  Bagi saya, itulah modal yang besar bagi Ara untuk menapaki rimba dunia seni rupa.  Ara Semangatnya untuk menerobos itulah yang tampak menyala. Banyak orang bersama sang kala menunggu debut Ara berikutnya,” pujinya.

Selain melakukan terobosan terhadap keberaniannya memilih profesi yang penuh resiko, tema dan pesan dalam karya-karya Ara juga sangat kuat. Hal ini menandakan, dalam usia semuda itu, Ara telah berani berpihak pada suatu persoalan serius, dan berani pula menyuarakan kepada masyarakat luas.

“Melihat semangat, potensi, dan karya-karyanya, saya dengan antusias menemani, menjadi teman diskusi, memilih karya-karyanya, dan menulis untuk menyertai pameran tunggalnya ini. Saya merasa, Ara memiliki modal yang cukup baik untuk menghadirkan diri dalam percaturan seni rupa melalui gagasan dan karya-karyanya,” tutur Suwarno.

Menurutnya, menjadi pelukis adalah pekerjaan yang melibatkan ketrampilan yang piawai, kecerdasan gagasan, kejujuran, komitmen, integritas, disertai perilaku yang bertanggung jawab. Karena ‘kecerdasan gagasan’ memiliki implikasi penting dan mendasar.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Hashim Lebih Tertarik Keluarga PKI Ketimbang FPI dan HTI

JAKARTA- Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga yang

Model Bisnis UKM Harus Optimalkan Teknologi

LABUAN BAJO-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten