Proyek Long Storage Sidoarjo Ditargetkan Selesai 2019

SIDOARJO-Pemerintah terus menggenjot pembangunan Long Storage Sungai Kalimati yang berfungsi sebagai tampungan air guna penyediaan air baku sebesar 1.500 liter/detik. Proyek ini terbagi dua, yakni untuk masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebesar 1.000 liter/detik dan 500 liter/detik untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. “Kalimati merupakan ex Kali Porong dimana merupakan asset Pemerintah Pusat yang perlu diamankan,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Fauzi Idris dalam siaran persnya di Sidoarjo, Senin (29/1/2018).

Fauzi menambahkan terkait lahan Pemerintah Daerah Sidoarjo telah membantu dengan mengganti sejumlah tambak yang digunakan oleh masyarakat sekitar, dan ditargetkan selesai akhir 2019. Memasuki wilayah Kabupaten Jombang rombongan meninjau pengendali banjir Kali Gunting yang digunakan untuk menangani pengendalian banjir di sistem Kali Gunting secara terpadu pada daerah-daerah kritis yang berhubungan dengan area permukiman penduduk dimana teridentifikasi daerah terdampak yang tersebar di 12 Desa diantaranya, Kedung Lumpang, Grobogan, Karangwinongan, Miagan, Wringinpitu, Gambiran, Karobelah, Kedungpapar, Losari, Joho Clumprit, dan Talun Kidul.

Baca :  PUPR Bangun Rusun dan Rusus Petugas Lapas Nusakambangan

Dimana pekerjaan normalisasi sungai meliputi pembuatan parapet, bronjong, revetment, dan pemasangan CCSP. Progress pekerjaan fisik sudah mencapai 77% dan ditergetkan selesai pada September 2018.

Menurut Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Amir Hamzah, identifikasi daerah terdampak banjir yang dilakukan di wilayah DAS Kali Gunting yaitu berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Jombang (BPBD dan Dinas PUPR), “ Ke depan terpasang early warning system yang mengirimkan pesan tanggap bencana yang mengharuskan evakuasi atau situasi aman terkendali,” ujarnya.

Peninjauan dilanjutkan menuju Bendungan Plesungan di Kabupaten Ngawi yang mengalami rusak berat dan harus segera diantisipasi untuk menghadapi Musim Tanam kuartal II dan III yang dikhawatirkan masyarakat sekitar karena bendungan tersebut merupakan salah satu sumber air yang penting pada saat cuaca tidak lagi hujan.

Baca :  Pertamina Siap Kelola Blok Mahakam 100%

Bendung Plesungan ini mengalami ambrol sayap bagian hulu dan rusak berat bangunan intake dan bangunan penguras pada 2 Januari 2018. Untuk penanganan darurat sendiri Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan membuat bendung sementara untuk menaikan muka air dengan lebar 24 m dan tinggi 2,5 m serta membuat saluran pengarah sepanjang 39 m lebar 1,5 m.

“Tim nya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk antisipasi darurat yang ditargetkan 2 minggu dengan dibantu masyarakat sekitar pelaksanaan tersebut dapat selesai, sambil berjalan pula rehabilitasi,” ujar Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu.

Bendungan dengan perbaikan struktural yang akan didesain bisa kokoh hingga umur 40 tahun, untuk itu butuh waktu dan pengamatan yang cermat dan tepat.” Tandasnya.

Baca :  Catatan TGB, 10 tahun Pengabdian Sebagai Gubernur NTB