Pusat pendidikan TNI Polri Disarankan Kuliah Online

ilustrasi

TANGERANG-Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati atau yang akrab disapa Nuning, menegaskan kuliah online atau jarak jauh saat ini, menjadi alternatif dalam model pendidikan.

Begitu juga dengan model pendidikan dalam TNI dan Polri.

“Memang kuliah vidcon, saat ini menjadi jalan keluar. Tetapi dalam pendidikan TNI Polri ada mata pelajaran atau perkuliahan yang menuntut tatap muka,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (11/7/2020).

Menurut dia, sebenarnya TNI sudah memiliki aturan resmi terkait Covid-19. 

“Jadi menurut saya pihak pimpinan TNI AD harus menyelidiki embrio, sehingga bisa didapati ribuan siswa prajurit terkena Corona di Secapa,” ungkap dia.

Hal yang penting diatensi lanjut Nuning, adalah kedisiplinan dan kepatuhan pimpinan dan siswa Secapa dalam melaksanakan protokol kesehatan sudah benar atau belum. 

Baca :  Presiden: Stop Pertikaian Prajurit TNI-Polri

“Sejak awal tahun 2020 ketika virus Corona mulai mewabah, Pemerintah Indonesia telah memberikan instruksi agar setiap lembaga negara dan instansi pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kepada TNI dan jajarannya,” kata Nuning. 

Prosedur tersebut, telah disiapkan sebagaimana pengalaman sebelumnya ketika menghadapi SARS tahun 2003 dan MERS tahun 2012. Demikian halnya menghadapi Covid 2019.

“Satuan-satuan TNI, telah disiagakan untuk prosedur pencegahan penularan kepada prajurit TNI dan PNS beserta keluarga. Upaya reguler selama ini adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk Perwira dan PNS sederajat, sebanyak 2 kali per tahun dan Bintara, Tamtama serta PNS sederajat 1 kali per tahun,” jelasnya.

Menurutnya, ketika Covid-2019 mulai mewabah, maka seluruh Dinas Kesehatan TNI memeriksa file kesehatan seluruh personel.

Baca :  Soroti Kelestarian Lingkungan, Pemkab Tangerang-Polri Tanam Mangrove Bersama

Hasil pemeriksaan membagi tingkat kesehatan mulai dari yang Kondisi Stakes 1, Kondisi Stakes 2, Kondisi Stakes 2 P dan Kondisi Stakes  3.

“Seluruh personel dengan Kondisi Stakes 3 sudah mendapat tambahan obat dan suplemen, sekaligus mencegah kontak langsung dengan masyarakat luas.

Kondisi Stakes 2 P ke atas meningkatkan stamina olahraga dan tindakan pencegahan sebagaimana standar Kemenkes RI dari WHO,” ucapnya. 

Satuan TNI di sekitar wilayah yang banyak interaksi dengan masyarakat luas setiap 2 minggu melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan.

“Prosedur menerima kunjungan dari delegasi militer negara lain dilakukan dengan pengukuran suhu dan larangan kontak fisik langsung, seperti bersalaman,” tegas dia.

“Prajurit TNI yang terlibat dalam Komando Tugas Gabungan yang bertugas di Pulau Natuna dan Pulau Sebaru adalah prajurit TNI pilihan dengan Kondisi Stakes 1 semuanya. Hingga kini setelah bertugas di Pulau Natuna seluruh prajurit TNI dalam kondisi Stakes 1 semua. Demikian pula yang kini masih bertugas di Pulau Sebaru,” ungkapnya.

Baca :  Rasa Aman yang Hilang