Putu Supadma Kutuk Keras Aneksasi Israel Terhadap Palestina

BKSAP-Dubes Palestina

JAKARTA-Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina merupakan langkah bersama rakyat Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi yang telah diletakkan para pendiri bangsa.

Oleh karena itu, Palestina bukanlah sebatas isu agama.

Penegasan disampaikan Wakil Ketua Badan Kerjasama antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana dalam “Pernyataan Bersama Anggota Parlemen berbagai negara Menentang Aneksasi Israel terhadap Wilayah Palestina” di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Acara juga dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia: Dr. Zuhair Al-Shun, Ketua BKSAP DPR RI: Dr Fadli Zon, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI: Febrian A. Ruddyard serta sejumlah anggota BKSAP DPR RI.

Lebih jauh Supadma menambahkan selain DPR RI yang menjadi inisiator pernyataan bersama tersebut, dukungan juga diberikan parlemen negara-negara lain yang dengan tandatangan tiap anggota parlemen dunia bahkan anggota parlemen dari negara Amerika Serikat (AS) yang saat ini kenal se agai negara yang dekat dengan Israel.

Sejauh ini, menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini, dukungan untuk kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina diberikan seluruh rakyat Indonesia.

Bahkan semua presiden RI yang pernah memimpin republik ini termasuk Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu menggaungkan penolakan segala bentuk penjajahan dan mengedepankan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

“Itu sejalan dengan visi dan misi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi kader terbaik, kader utama Partai Demokrat,” tambahnya.

Menurut Supadma, Presiden SBY selama 10 tahun memimpin pemerintahan di Indonesia selalu mengungkapkan bahwa perjuangan untuk kedaulatan rakyat Palestina akan selalu diperjuangkan dan wajib diteguhkan.

“Hal itu merupakan perjuangan bersama bangsa kita untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina. Terlepas dari perbedaan kita atau apapun,” tegasnya.

Mengenai aneksasi yang dilakukan Israel terhadap wilayah Palestina, Putu Supadma mengecam keras aneksasi tersebut.

“Kita kecam dan mengutuk keras aneksasi Israel terhadap Palestina. Aneksasi Israel tersebut bertentangan dengan amanat yang diperjuangkan konstitusi kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair Al-Shun mengaku berterima kasih pada dukungan pemerintah, parlemen dan rakyat Indonesia yang dengan tegas menolak aneksasi lembah Yordan di Tepi Barat Palestina.

Meski aneksasi Israel itu bukan hal yang baru, karena sudah direncanakan sejak tahun 1960 – an hingga sekarang.

Mengapa Tepi Barat, menurut Zuhair karena wilayah itu sebagai wilayah yang sangat subur, sumber air, baik untuk pertanian, sumber mineral, pariwisata, dan tempat bersejarah para nabi. Termasuk makam Nabi Ibrahim AS dan lain-lain.

Karena itu kata Zuhair, Indonesia memiliki posisi khusus bagi pemimpin dan rakyat Palestina, atas dukungan, perjuangan dan bantuannya selama ini untuk menolak aneksasi demi berdirinya Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Kami sangat terharu atas dukungan dan totalitas Indonesia untuk Palestina selama ini,” pungkasnya. ***