Rasio Elektrifikasi PLN Jadi Sorotan DPR

Anggota Komisi VI DPR Percha Leanpuri

JAKARTA-Kinerja PT PLN, khususnya soal rasio elektrifikasi yang lambat menjadi sorotan DPR. Karena dalam menggenjot rasio elektrifikasi ternyata PLN tak mampu hingga 100%. Bahkan pada 2018-2019, tingkat elektrifikasi tak sampai satu persen.

“Sebenarnya apa sih kendalanya pak. Kok sulit sekali mencapai 100%. Padahal jelas ini program utama Pak Jokowi,” kata Anggota Komisi VI DPR Percha Leanpuri saat Rapat Kerja (Raker) dengan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan sejumlah Direksi PLN, PGN dan Pertamina di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Lebih jauh kata anggota Fraksi Partai Nasdem, beberapa tahun lalu kinerja elektrifikasi PLN sempat naik mencapai 8%, namun makin ke depan malah turun terus.

Baca :  Pemudik Tak Perlu Khawatir, Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Aman

“Pak Herman Khaeron tadi sempat mempertanyakan ada yang 8%. Namun sekarang susut menjadi 3%. Jadi ada sebenarnya dengan PLN,” ungkapnya.

Selanjutnya, anggota Fraksi Nasdem ini kembali mempertanyakan sampai kapan Indonesia bisa menjadi target 100% elektrifikasi.

“Jadi kapan Indonesia ini secara keseluruhan bisa diterangi dengan listrik,” ucap putri Gubernur Sumsel.

“Apalagi Presiden Jokowi ini sangat concern dengan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat, tentu akan menjadi prestasi jika PLN bisa melakukan 100% elektrifikasi pada masa kepemimpinan beliau,” paparnya.

Sementara itu, Wadirut PT.PLN Darmawan Prasojo mengakui konsumsi BBM untuk operasional PLN mencapi 2,6 juta kilo liter. Dengan kolaborasi PLN-Pertamina, maka segera dibangun infrastruktur gas yang massive guna memasok pembangkit-pembangkit yang masih meminum BBM. “Dengan penggunaan gas ini, maka konsumsi BBM bisa dikurangi,” ujarnya.

Baca :  Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series dan Dex Series

Menurut Darmawang, PLN memiliki target dalam 2 tahun akan mengubah 1,6 juta kilo liter BBM impor ini menjadi gas berbasis domestik.

“Apalagi harga gas lebih murah ketimbang BBM, sehingga ada cost saving,” paparnya.

Diakui Darmawan, sampai saat ini masih ada sekitar 2000 desa yang belum teraliri listrik. Desa-desa itu mayoritas berada di luar Pulau Jawa.