Resesi Masih Menjadi Ancaman di Era Suku Bunga Tinggi

Minggu 26 Mei 2024, 4 : 46 pm
ILustrasi

JAKARTA -Kondisi ekonomi global saat ini masih gonjang-ganjing di tengah ekspektasi suku bunga yang dinamis.

Bahkan resesi masih menjadi ancaman di era suku bunga tinggi saat ini.

Portfolio Manager, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Laras Febriany mengatakan International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi global tahun ini tumbuh 3,2%.

Penopang utamanya adalah kawasan negara berkembang yang diproyeksikan tumbuh 4,2%, disusul oleh kawasan negara maju yang tumbuh 1,7%.

Yang menarik jelas Laras, semua angka-angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang dirilis bulan Januari lalu, sehingga kekhawatiran resesi sepertinya sudah tidak menjadi skenario di pasar.

Optimisme pertumbuhan ini didukung oleh tingkat permintaan yang kuat, tabungan era pandemi yang masih lebih dari cukup, dan juga dampak positif stimulus pemerintah.

Ekonomi yang resilien juga terjadi bersamaan dengan tren disinflasi, didukung oleh pemulihan rantai pasok global, ketersediaan tenaga kerja, dan turunnya harga energi.

Tapi memang benar, walaupun inflasi global sudah menjinak, bank sentral dunia belum dapat menurunkan suku bunga, karena cenderung menunggu langkah The Fed.

“Masalahnya, The Fed memberi sinyal masih butuh waktu untuk lebih yakin lagi bahwa inflasi domestiknya sudah benar-benar dalam tren penurunan, sebelum melakukan pemangkasan,” pungkasnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Obligasi Berkelanjutan I WSBP, Oversubscribe 2,18x Lipat

JAKARTA-Penawaran Awal Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

VKTR Teknologi Gandeng Kuantum Akselerasi Dirikan Perusahaan Patungan

JAKARTA-PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bermitra dengan PT Kuantum