Ribuan Konten Terorisme dan Radikalisme Dihapus Dari Medsos

Menkominfo Rudiantara usai pertemuan terkait konten terorisme dan radikalisme dengan platform penyelenggara internet Facebook, Twitter, Youtube, dan Telegram, di Kementerian Kominfo, Rabu (16/05)

JAKARTA-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara kembali mengadakan pertemuan dengan penyelenggara platform internet (aplikasi media sosial, messenger, chatting) untuk saling mengupdate status terakhir yang sudah dilakukan terkait konten terorisme dan radikalisme di platformnya masing-masing. Rapat tersebut dihadiri perwakilan Facebook, Twitter, Youtube, serta Telegram.

“Teman-teman melakukan pemantauan dan jika sudah confirm, dilakukan take down akun ataupun konten yang ada baik di media sosial, messenger, atau file sharing,” jelas Menteri Rudiantara saat menemui rekan-rekan media di Kemkominfo, Rabu (16/05).

Berdasarkan update terakhir dari para penyelenggara platform tersebut, didapat data sementara, sebanyak 287 konten telah diturunkan dari aplikasi Telegram.

Sementara, Facebook dan Instagram, dari 450 aduan, telah menurunkan sekitar 300 konten dan Youtube, dari 250 aduan, sekitar 40% sudah diturunkan Sedangkan, twitter, 60 – 70 aduan, 50% sudah diturunkan.

“Sisanya masih dalam proses pemantauan. Kerja sama dari platform baik itu Facebook, Google, Youtube, Twitter, dan Telegram, sangat membantu. Dikarenakan (konten radikalisme dan terorisme) ini menjadi musuh bersama semua, ke depannya saya harap akan meningkatkan kerja sama,” jelasnya.