Rosarita Niken Widiastuti: Baca Media Mainstream Demi Persatuan

Sekjen Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti

JAKARTA-Jika tidak ingin berita palsu atau hoax, asyarakat diimbau untuk membaca media mainstream (arus utama) agar persatuan Indonesia terjaga. Untuk itu, media mainstream perlu meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat.

Alasannya adalah peran media sangat penting dan sangat strategis, apalagi sekarang ini trust atau kepercayaan publik kepada media terus meningkat dibandingkan kepercayaan publik terhadap medsos.

Berdasarkan hasil penelitian dari Trust Barometer –sebuah lembaga internasional yang terpercaya, kepercayaan publik Indonesia terhadap medsos (-) 2, sedangkan kepercayaan publik terhadap media mainstream (+) 5. Hasil ini merupakan kerja keras para pemred, wapemred, para jurnalis semua yang tidak kenal lelah dan waktu menyajikan berita-berita yang terferivikasi.

Demikian ditegaskan Sekjen Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti kepada ratusan wartawan lintas media yang menghadiri acara Buka Tahun Baru Bersama Ke-15 Tahun 2020 Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) denga thema “Mewujudkan Persatuan Indonesia Dengan Kehendak Baik”, di Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Kemenkominfo, menurut Rosarita Niken Widiastuti, mengharapkan sinergi atau kerja sama yang baik antara media atau para jurnalis, dengan pemerintah, kementerian, lembaga-lembaga untuk mendapatkan berita dan data-data yang benar.

Alasannya adalah, media arus utama memiliki fungsi kontrol dengan memberikan klarifikasi atau sebagai pengecek fakta (fact checking) sekaligus pencerahan bagi masyarakat terhadap kebenaran suatu berita.

Baca :  21 Rahasia Kehidupan Puro Pakualam Terkuak

“Kita telah melewati masa-masa sulit pertarungan antara berita benar vs berita hoax. Ini terkait dengan kondisi politik di Indonesia. Agustus 2018 hoax yang beredar di Indonesia itu baru sekitar 25 jenis hoax. Setiap bulan bertambah sampai awal tahun 2019 hoax sudah berlipat ganda menjadi sekitar 129 hoax,” ujarnya.

“Tapi tahun politik 2019, mulai bulan Agustus sampai Desember, hoax yang beredar mencapai 4.041. Provokasi, ujaran kebencian, berkembang dengan pesat. Kita harus bersyukur Indonesia telah melewati masa-masa yang terberat mungkin dalam 20 tahun terakhir,” tegas Niken.

Perubahan mendasar yang terjadi dalam era digital, Niken menjelaskan lebih lanjut, ditandai dengan maraknya media sosial, semua orang atau masyarakat bisa menjadi “wartawan”, bisa menjadi pemilik media. Meskipun berbeda karakteristik dengan media arus utama, media sosial dapat memengaruhi masyarakat pembacanya dan berdampak pada dunia nyata.

Oleh karena itu, Niken menegaskan, media sosial bukanlah media arus utama yang berfungsi sebagai alat verifikasi kebenaran suatu berita. Oleh karena itu, jangan heran jika karena tak terverifikasi media sosial bisa memunculkan berita palsu, fake news, berita bohong, ujaran kebencian, hoax, provokasi, radikalisme, hingga terorisme. Informasi -informasi itu seolah dipercaya oleh masyarakat. Pers berpacu bersama banjir bahkan tsunami informasi dari media sosial. Di sinilah peran pers sebagai alat cek fakta.

Baca :  Prof Werry: IRI Merupakan Ekonomi Kerakyatan

Dalam menghadapi media sosial, peran pers yang sangat penting adalah mencerahkan masyarakat karena berita hoax akan merugikan masyarakat. Sekjen Kemenkominfo ini menilai kerja keras dari media dan wartawan selama ini betul-betul dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Melalui berita-berita yang terpercaya, akurat, jelas masyarakat akan lari ke media mainstream daripada ke media sosial.

Dalam kesempatan itu, selaku pejabat pemerintah, Niken tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang tela hdan selalu mengawal kebenaran, mengawal data fakta yang terpercaya untuk memberikan kontribusi terhadap persatuan dan kesatuan.

Hadir dalam Buka Tahun Bersama PWKI bertema itu Wagub Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Waka BAIS Mayjen TNI Handy Geniardi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah dari UNHAN, Dirdok Kodiklat TNI Brigjen TNI (Mar) Hasanuddin, Kolonel Laut (P) Yoos Suryono Hadi yang mewakili Gubernur AAL Laskda TNI Edi Sucipto, Mayjen TNI Ivan Pelealu dari Lemhannas RI, Ketua PWKI AM Putut Prabantoro, dan Ketua Panitia Acara Asni Ovier Dengen Paluin.

Baca :  SKK Migas dan Wajah Barunya

Juga nampak dalam acara itu, Staf Ahli Kemenhub Cris Kuntadi, Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Setyanta Nugraha, Staf Ahli Kemenhan Taufik Dwi Cahyono, Staf Ahli Kemensos Sony W. Manalu, dan IKAL Lemhannas PPSA XXI, Lina SE, Lily Wasitova, Arriestyanto Nugroho, dr Ratna serta dari kalangan pengusaha termasuk Ketua Umum KADIN Babel Thomas Jusman, Billyani Tania.

Pada kesempatan yang sama, PWKI memberi penghargaan “Terima Kasihku Kepadamu 2020” kepada kepada lima tokoh nasional yang dianggap telah membuat Indonesia berwarna dan indah terkait keberagaman budaya, suku dan agama. Mereka adalah Stafsus Presiden Gracia Billy Yosaphat Mambrasar (Pegiat Sosial), Joko Anwar (Sutradara Film), Hillary Brigitta Lasut (Anggota DPR-RI Termuda), Rahmat Effendi (Walikota Bekasi) dan Didi Kempot (Musisi, seniman).