Rugi ACST Naik Jadi Rp753,38 Miliar, Tapi Liabilitas Turun Hingga 73%

ILustrasi

JAKARTA-Pada Kuartal III-2020, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mengalami peningkatan kerugian menjadi Rp753,38 miliar dari Rp752,31 miliar, namun total liabilitas perseroan tercatat menurun sebesar 73 persen menjadi tersisa Rp2,77 triliun dari posisi per akhir Desember 2019 yang mencapai Rp10,16 triliun.

“Total liabilitas terjadi penurunan sebesar 73 persen, yaitu dari Rp10,2 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp2,8 triliun pada Kuartal III-2020,” kata Sekretaris Perusahaan Acset, Maria Cesilia Hapsari dalam keterangan resmi ACST yang dilansir di Jakarta, Senin (26/10).

Dia menyebutkan, penurunan liabilitas itu terutama dipengaruhi oleh penurunan nilai pada pos utang usaha pihak ketiga, karena adanya pelunasan oleh ACST setelah perseroan memperoleh penerimaan dari proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dan pelunasan pinjaman pemegang saham maupun pinjaman bank.

Baca :  Pemerintah Desak Lapindo Bayar Ganti Rugi Rp 781 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan ACST, pada Kuartal III-2020 perseroan mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp960,73 miliar atau jauh lebih rendah dibanding perolehan di periode yang sama 2019 sebesar Rp3,07 triliun.

Sedangkan, beban pokok pendapatan selama sembilan bulan pertama tahun ini menurun menjadi Rp1,19 triliun dari Rp3,2 triliun pada Kuartal III-2019.

Sehingga, rugi bruto ACST pada kuartal ketiga tahun ini tercatat Rp232,91 miliar atau mengalami kenaikan dari Rp131,77 miliar.

Sedangkan, rugi bersih periode berjalan di Kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp752,75 miliar atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2019 senilai Rp749,62 miliar.

Per 30 September 2020, jumlah ekuitas ACST tercatat meningkat menjadi Rp1,03 triliun dari Rp286,48 miliar. Maria mengatakan, pertumbuhan nilai ekuitas ACST sebesar 260 persen tersebut dipengaruhi oleh penambahan modal yang dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) 2020.

Baca :  Pemerintah Desak Lapindo Bayar Ganti Rugi Rp 781 Miliar

Maka, pada akhir Kuartal III-2020 total aset ACST tercatat menurun 64 persen menjadi Rp3,8 triliun dari posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp10,44 triliun.

Perubahan aset ini tentunya akibat dari penurunan nilai tagihan bruto pemberi kerja pihak ketiga, setelah adanya penerimaan dana atas proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.