Rupiah Bisa Tembus Rp 10.000 per Dollar AS

Wednesday 26 Jun 2013, 5 : 09 pm
by

JAKARTA  -Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (27/6) diperkirakan kembali melemah karena respon negatif pelaku pasar terhadap rencana The Fed yang mengurangi skala pembelian surat berharga guna memompa likuiditas di Amerika Serikat (AS).

“Rupiah diperdagangkan di range 9.940-10.000 per dollar AS,” ujar analis valas PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Rabu (26/6).

Menurut dia, tekanan terhadap rupiah lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal.

Selain data ekonomi AS, data-data ekonomi China yang masih negatif.

Yang terbaru, China mengetatkan likuiditas untuk sistem perbankannya.

“Krisis likuiditas dari People’s Bank of China (PBoC) masih terjadi,” tutur dia.

Kekeringan likuiditas jelas dia memicu kejatuhan bursa saham Shanghai dan Asia.

Baca juga :  Pendapatan Anjlok, Rugi Bersih TRIO di 2020 Bengkak Jadi Rp272,13 Miliar

Pasalnya, toleransi atas krisis likuiditas membuat suku bunga acuan di China naik, dan sempat menyentuh angka 12 persen. Akibatnya sudah jelas, aliran dana asing yang keluar (capital outflow) dari dalam negeri terjadi secara intens.

Kondisi ini mengindikasikan, pemulihan ekonomi China belum berjalan normal. Apalagi, data manufactur China juga belum membaik.

“Jadi, belum pulihnya kondisi ekonomi global menekan rupiah,” kata dia.

Sementara itu, dari dalam negeri kata dia  kenaikan BBM juga membuat investor khawatir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

PDB Indonesia Triwulan I 2019 Tumbuh 5,07% Dibanding Tahun 2018

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto

Bantah Kebocoran, KPK: Potensi Penerimaan Belum Maksimal

JAKARTA-Calon presiden Prabowo Subianto diduga salah memahami soal kebocoran APBN