Rupiah Menguat, Banyak Spekulan Valas ‘Cut Loss’

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengimbau para spekulan valuta asing (valas) agar melepas dollar AS, agar rupiah mampu melanjutkan tren apresiasi terhadap dollar yang pada perdagangan siang ini berada di level Rp 13.521.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, selain didukung oleh stimulus kebijakan fiskal dan moneter dari dalam negeri, penguatan rupiah dalam tiga hari terakhir disebabkan oleh sikap spekulan valas yang melepas portofolio dollar. “Banyak orang menjual rugi atau cut-loss, baik individu maupun korporasi. Kami juga membantu untuk mendorong sedikit saja. Jadi yang pada pegang dollar sebaiknya dijual dolarnya,” kata Mirza di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat (9/10).

Mirza mengatakan, dalam kurun tiga hari terakhir nilai tukar rupiah terhadap dollar menguat sebesar 4,4 persen. “Penguatan rupiah pada hari ini bukan hanya faktor eksterrnal yang mendorong, tetapi memang ada faktor fundamental daro Indonesia,” paparnya.

Namun demikian, kata Mirza, penguatan rupiah juga ada sedikit pengaruh dari berita Federal Reserve AS yang memperkirakan bahwa Fed funds rate tidak akan naik pada tahun ini, tetapi pada 2016 mendatang. “Kamarin saya tegaskan asumsi rupiah di RAPBN 2016 sebesar Rp13.800 di tengah pelemahan kondisi makro. Untuk menembus Rp13.800, jangan ragu,” kata Mirza.

Bahkan, lanjut dia, para pelaku pasar jangan ragu kalau rupiah bisa menembus Rp13.500. “Karena kurs kita masih kompetitif untuk dorong ekspor manufaktur dan untuk pengendalian inflasi,” ucapnya.