Rupiah Sepekan Melemah

Jumat 22 Feb 2013, 1 : 11 pm
by
Ilustrasi

JAKARTA – Kepala Divisi Treasury BNI, Nurul Eti Nurbaeti mengatakan nilai tukar rupiah selama perdagangan sepekan melemah dengan  closing rate BI berada di level 9709.

Pelemahan rupiah disebabkan tingginya demand dollar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir bulan di tengah naiknya permintaan dollar  AS secara regular para eksportir untuk keperluan ekspor.

”Rupiah ikut terdepresiasi akibat meningkatnya tekanan dollar  AS di pasar global,” ujar Nurul Eti Nurbaeti di Jakarta, Jumat (22/2).

Menurut dia, pelemahan rupiah juga terjadi setelah FOMC Minutes mengkonfirmasikan kemungkinan  percepatan penghentian stimulus yang saat ini dijalankan The Fed.

Pertemuan FOMC Federal Reserve kembali membuat investor cemas terhadap kelanjutan upaya pemulihan ekonomi global.

“Adanya perbedaan pendapat antara pihak yang pro stimulus dengan pihak yang meminta stimulus dihentikan menjadi pemicunya. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar khawatir sehingga mereka kembali memburu dollar AS dan melepas mata uang berisiko,” tutur dia.

Namun pelemahan rupiah tertahan derasnya capital inflow yang masuk ke pasar keuangan domestik, khususnya di bursa saham  dan  obligasi.

IHSG tercatat membukukan rekor tertinggi setelah ditutup di level 4642, 553  dan kepemilikan asing melonjak hingga lebih dari 279 miliar dollar AS.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

AEPI: Tangkap Para Penimbun Pulsa Listrik

JAKARTA-Ekonom Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng meminta aparat keamanan menangkap para

Gubernur BI Tekankan Tiga Inisiatif Indonesia Dalam Pembiayaan Infrastruktur

JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menekankan 3 (tiga) upaya