Said Abdullah: Sosok Sosialis Yang Humanis

Humanis

Said adalah sosok sosialis yang humanis. Dalam artian bahwa dia selalu mengutamakan keadilan, persamaan, demokrasi, dan multikulturalisme. Karenanya dia selalu memperhatikan dan mencurahkan segala pengabdiannya sebagai politisi dan tokoh sosialis kepada orang kecil, orang miskin, orang yang berada di pinggirin, dan orang-orang yang tersisihkan.

Bahkan untuk merasakan nasib mereka, MH. Said Abdullah bisa menyesuaikan gaya hidupnya. Dia bisa tidur di hotel berbintang, namun dia juga bisa tidur dengan sangat nyenyaknya kalau harus tidur di gubuk masyarakat yang terpinggirkan secara ekonomi. 

Perilaku sosialis humanisnya dimulai sejak kecil. Di mana sejak kecil dia sudah punya cita-cita dan keinginan untuk berperilaku yang sama dengan tokoh panutannya yakni Ir. Soekarno. Dia tinggal di daerah yang sangat heterogen, dengan ragam sosial, kultural, ekonomi, dan keagamaan yang beragam.

Baca :  LPBA Ikrar Dukung Bambang-Said

Dia berinteraksi dengan semuanya. Hal inilah yang menjadikan dasar berpolitiknya yakni toleransi teradap keragaman kultural, dan bahkan memperjuangkan hak-hak kaum minoritas. Dia berasal dari keluarga yang sederhana secara ekonomi, di mana bapaknya bekerja sebagai pegawai PN Garam, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga, yang memiliki etos kerja yang luar biasa untuk menambah penghasilan ekonomi keluarganya.

Bahkan MH. Said Abdullah sejak sekolah SMA harus melakoni berbagai aktivitas profesi untuk menambal kebutuhan ekonomi keluarga orang tuanya, dia pernah menjadi tukang las, mengecat ranjang besi, ranjang ukir, dan tukang amplas. Dia juga ahli dalam keterampilan menjahit, dia menjahit sendiri celana seragamnya.

Di mana pada saat usia SMA anak seusia dia banyak menghabiskan waktunya untuk mengekspresikan diri dengan keegoisannya, dalam artian menghambur-hamburkan uang orang tuanya, seperti jalan-jalan, balapan liar, dan lain sebagainya. Namun, dia harus bekerja banting tulang untuk membantu eksistensi ekonomi keluarganya. Hal inilah yang menjadikan fondasi dirinya dalam berpolitik, yakni sosok yang menghargai perbedaan dan memperjuangkan hak-hak minoritas.

Baca :  Kita, Corona dan Perang Dagang

Dia sangat menentang berbagai kebijakan-kebijakan yang berbau diskriminatif atau mengandung subordinasi terhadap kelompok lain.