Said: Saya Akan Hiasi Jawa Timur dengan Sholawat

MH Said Abdullah

NGANJUK-Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah berjanji akan menjadikan kantor Gubernuran sebagai tempat bersholawat bagi umat Islam jika kelak diberi amanah oleh masyarakat  memimpin  Jawa Timur. Tak hanya itu, Said yang juga putra Madura ini bertekad menghiasi Jawa Timur dengan sholawat. “Nawaitunya satu, keingingannya satu, hanya ingin bersholawat di kantor Gubernur Jawa Timur. Diminta atau tidak diminta, saya akan lakukan itu. Saya  hadir disini juga  sebagai bagian dari keluarga besar pengamal sholawat wahidiyah,” ujar Said saat menghadiri Pengajian Umum Dalam Rangka Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadlan 1434 Hijriah di Gedung Wanita, Nganjuk, Kamis (27/6).
Acara digelar oleh Pengamal Shalawat Wahidiyah Nganjuk diikuti ratusan jamaah yang datang dari berbagai penjuru kabupaten tersebut. Sejumlah tokoh hadir pada acara itu. Beberapa kerabat dekat dari KH Abdul Majid Ma’ruf RA selaku pendiri jamaah shalawat Wahidiyah Kediri, Nyai Indah Naharro  Najib, Wakil Ketua DPRD Jatim H Sirmadji, dan jajaran muspida setempat juga turut hadir. Shalawatan dipimpin oleh KH Toha Maksum diikuti dengan hikmad oleh para jamaah.
Salah seorang ulama Nganjuk, KH Nurhadi berharap, negeri ini dikarunia pemimpin-pemimpin seperti telah diberikan tauladan oleh Nabi Muhammad SAW. “Semoga ada pemimpin yang bisa menjalankan ajaran seperti dicontohkan rasulullah,” kata Nurhaidi.
KH Nurhaidi berharap agar sholawat harus menjadi agenda rutin Pemda Jawa Timur jika Bambang-Said terpilih menjadi pemimpin Jatim.
Menurut Said, sebagai umat Islam, wajib hukumnya bersholawat,  dimanapun, tidak hanya dikantor Gubernuran, tetapi wilayah Jawa Timur. Jawa Timur harus  dihiasi dengan sholawat. Sebab, sholawat itu memberi banyak manfaat dan berkah,  baik bagi bangsa, Jawa Timur maupun  pengamal sholat wahidiyah. “Tidak banyak diharapkan oleh bapak-ibu sekalian. KH Nurhaidi sederhana permintaannya. Itu bagi kami bukan permintaan, karena kami semua membutuhkan sholawat,” jelas dia.

Sebab kata Said, tidak ada satupun umat Islam yang tidak membutuhkan sholawat. “Badan kita, butuh terhadap amalan sholawat itu. Masa urusan sholawat harus minta?. Kalau sampean minta saya ke pakde Karwo agar sholawat di Kantor Gubernuran, itu tidak mungkin karena saya salah satu kandidat calon wakil gubernur Jawa Timur,” jelas Said.
“Tetapi, kalau urusan sholawat, jika sebelum puasa mau digelar, mari kita semua bersholawat di kantor Gubernuran. Tidak usah menunggu saya jadi wakil gubernur. Wong membaca sholawat bisa dimanapun,” jawab Said. Menurut Said, sholawat ini milik umat dan sudah menjadi kebutuhan. “Sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur, saya tidak mau berjanji. Tetapi, nawaitu saya, suarakan apa yang dinginkan. Saya akan mendengar,” imbuh dia.
Jika para pengamal sholawat wahibiah menginginkan semaraknya pondok pesantren maka wajib dilakukan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.
“Jangan seakan-akan kami berdiri didepan bapak ibu paling tau kebutuhannya. Kami tidak ingin diatas rakyat. Kami ingin menangis bersama rakyat, kami ingin duduk bersama rakyat dan kami ingin berjalan bersama rakyat. Itulah esensi pemimpin,” tutur Said.
Said yang juga Anggota Komisi VIII DPR ini mengatakan  pemimpin harus hadir ditengah rakyat jika rakyat kesulitan. “Dan bukan pemimpin namanya kalau hanya bisa bicara, bangun ini, bangun itu, tetapi rakyat tetap miskin. Itu yang tidak saya inginkan ketika saya dipercaya untuk memimpin Jawa Timur ini,” pungkas dia.
Di akhir acara, Said Abdullah memberikan kenang-kenangan kepada jamaah Wahidiyah berupa Al-Quran. Setelah dari Nganjuk, rombongan Said melanjutkan silaturahmi Pondok Pesantren, Kedunglo yang diasuh KH Abdul Hamid Najib di Kediri. Dari Kediri, rombongan Said melanjutkan perjalanan ke Pasuruan.

Baca :  Megawati:BLSM Merendahkan Kehormatan Rakyat