Sektor Pariwisata Melaju Menjadi Andalan Utama Devisa Negara

Hiramsyah mengatakan, rangkaian diskusi yang digelar dalam Rakornas ini bagian dari tindaklanjut atas instruksi Presiden terkait lima destinasi pariwisata super prioritas.

“Semua aspek yang mendukung percepatan pengembangan pariwisata dibahas dalam sesi diskusi. Progres pembangunan dipaparkan dengan didukung data-data dan analisa,” ujarnya.

Hiramsyah menegaskan, kedepannya sector pariwisata akan terus mencatatkan pertumbuhan yang positif sebagai penghasil devisa dengan dukungan infrastruktur transportasi udara, darat, dan laut untuk 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika Lombok dan Labuan Bajo Flores), serta telah ditetapkan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo Flores.

Karenanya, di tahun 2019-2024 pemerintah berkeyakinan akan bisa terus menggenjot pertumbuhan investasi lebih besar dari periode 2009-2014, minimal tumbuh rata-rata sebesar 25%.

Baca :  Mentan Syahrul: Sektor Perkebunan Andalan Devisa

Pertumbuhan investasi tersebut akan berpotensi mendatangkan devisa dari sector Pariwisata yang diperkirakan sebesar Rp180 triliun setara dengan 13,3 miliar Dollar AS melalui Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment).

“Dengan ini akan membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.