Semester I-2020, Laba Bersih INDR Anjlok Jadi USD1,08 Juta

ILustrasi

JAKARTA-PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) pada Semester I-2020 mengalami penurunan laba bersih secara signifikan menjadi USD1,08 juta.

Padahal di periode yang sama setahun sebelumnya tercatat mencapai USD35,28 juta.

Pendapatan bersih perseroan selama enam bulan pertama tahun ini juga mengalami penurunan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Indorama yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (6/8), pendapatan bersih INDR pada Semester I-2020 sebesar USD285,18 juta atau lebih rendah dibanding perolehan di Semester I-2019 yang mencapai USD398,51 juta.

Sehingga, penurunan pendapatan tersebut ikut menekan laba bersih perseroan.

Besarnya penurunan laba bersih INDR dibandingkan dengan setahun sebelumnya disebabkan adanya pencatatan keuntungan atas pelepasan entitas asosiasi di Semester I-2019 yang nilainya mencapai USD30,01 juta.

Baca :  Demand Rendah, Pemerintah Diminta Jangan Paksa OJK dan Bank Tumbuhkan Kredit

Meskipun pos pendapatan mengalami penurunan, namun selama enam bulan pertama tahun ini INDR mampu mencatatkan kenaikan laba kurs mata uang asing menjadi USD2,64 juta dari USD676,22 ribu pada Semester I-2019.

Selain itu, INDR juga mampu menurunkan sejumlah pos beban di sepanjang Semester I-2020 yang dibandingkan dengan Semester I-2019, yakni beban penjualan menjadi USD3,4 juta dari USD3,76 juta, beban umum dan administrasi menjadi USD7,19 juta dari USD8,49 juta dan beban keuangan menjadi USD5,04 juta dari USD6,42 juta.

Per 30 Juni 2020, jumlah liabilitas INDR menurun menjadi USD380,9 juta dari USD382,13 juta pada 31 Desember 2019.

Sedangkan, pada akhir Semester I-2020 jumlah ekuitas perseroan mengalami menjadi USD372,51 juta dari USD371,43 juta per 31 Desember 2019.

Baca :  Selepas Krisis 2008, Total Dana Asing di Pasar Modal Rp 103,50 T