Semester I-2020, RELI Alami Lonjakan Laba Bersih 282,79%

ilustrasi

JAKARTA-Kendati pandemik Covid-19 masih terus membebani kebebasan berbisnis di Indonesia hingga akhir semester pertama 2020 ini, namun kinerja usaha PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) masih terlihat cukup cemerlang.

Hal itu diindikasikan oleh laba bersih perusahaan sektor keuangan tersebut yang mengalami lonjakan hingga 282,79 persen menjadi Rp52,94 miliar (Rp29,41 per saham) pada paruh pertama 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp13,83 miliar (Rp7,68 per saham).

“Keberhasilan Perseroan membukukan lonjakan laba bersih pada semester pertama 2020 tersebut tidak terlepas dari upaya manajemen perusahaan yang terus melaksanakan efisiensi berbagai beban usaha,” ujar Corporate Secretary Erry TP Hidayat di Jakarta, akhir pekan.

Per Juni 2020 jelasnya, total beban usaha Perseroan tercatat hanya sebesar Rp14,86 miliar atau lebih rendah 38,57 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang masih mencapai Rp24,19 miliar.

Baca :  Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Menurun

Efisiensi yang dilaksanakan manajemen tersebut merupakan upaya untuk menjaga kelangsungan usaha (sustainability) Perseroan di tengah kondisi ketidakpastian bisnis pada 2020 ini.

Karena itu, kendati pendapatan usaha Perseroan per Juni 2020 turun 59,03 persen menjadi Rp7,71 miliar akibat berkurangnya kegiatan trading dibandingkan per Juni 2019 sebesar Rp18,81 miliar, tetapi langkah efisiensi tersebut mampu mengekang peningkatan rugi usaha Perseroan.

Rugi usaha Perseroan pada paruh pertama 2020 hanya naik 32,98 persen menjadi Rp7,15 miliar dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp5,38 miliar.

Di samping itu, manajemen Perseroan di sepanjang semester pertama 2020 ini juga mampu melaksanakan divestasi kepemilikan saham di entitas asosiasi, yakni PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE).

Baca :  Laba Bersih BBCA Turun Jadi Rp12,2 Triliun

Oleh karena itu, Perseroan per Juni 2020 mampu membukukan penghasilan lain-lain hingga mencapai Rp60,06 miliar.

“Jika dibandingkan realisasi per Juni 2019 yang hanya sebesar Rp19,15 miliar, maka penghasilan lain-lain Perseroan di sepanjang paruh pertama 2020 tersebut telah mengalami lonjakan hingga lebih dari dua kali lipat,” ulasnya.

Karena itu, laba bersih Perseroan pada semester pertama 2020 ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

“Ke depan, manajemen Perseroan akan terus berkomitmenuntukdapat memberikan layanan yang terbaik (service excellence) dalam melayani nasabah-nasabah ritel,” jelasnya.

Manajemen Perseroan menyadarinasabahritelmasih sangat membutuhkan arahaninvestasi yang komprehensif dan terpercaya (reliable).

Oleh karena itu, dalam kondisi dimana kepercayaan terhadap sektor keuangan menurun, berbagai layanan yang disediakan Perseroan bagi para nasabahnya masih tetap menjadi perhatian khusus.

Baca :  Sejak Saham Dicatat di BEI, Kinerja FITT Terus Mengalami Kerugian

Perseroan juga secara agresif melakukan pengembangan digital dan teknologi.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan komunikasi dan layanan yang tersentralisasi sehingga berbagai kegiatan operasional menjadi lebih sistematis dan efisien.

Di sepanjang Januari-Juni 2020, total aset perseroan mengalami pertumbuhan 8,29 persen menjadi Rp630,16 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp581,91 miliar.

Sementara itu, rasio imbalan terhadap ekuitas (Return on Equity/ROE) meningkat 10,45 persen dibanding periode yang sama pada 2019 di posisi 3,04 persen.

Nilai Buku (Book Value) Perseroan pada kuartal kedua 2020 ini tercatat sebesar Rp281,31 per saham sehingga rasio harga saham terhadap nilai buku (price to book value) Perseroan saat ini mencapai 1,07 kali.