Sentimen Negatif Domestik Menekan Rupiah

Thursday 2 May 2013, 6 : 20 pm
by

JAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (3/5) diperkirakan melemah karena pasar domestik masih menantikan kebijakan pemerintah soal pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran antara 9.720- 9.750 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas PT Harvest Futures International, Tonny Mariano di Jakarta, Kamis (2/5).

Menurut dia, tidak ada sentimen dalam negeri yang signifikan berpengaruh pada rupiah. Sebab, fokus pelaku pasar masih tertuju pada keputusan pemerintah terkait pemangkasan subsidi BBM. “Ketidakjelasan opsi yang dipilih pemerintah menghambat laju penguatan rupiah,” tegas dia.

Karena itu kata dia, dalam jangka pendek, rupiah agak sulit untuk kembali ke posisi stabil meskipun diterpa sentimen positif dari dalam negeri.

Rilis data neraca perdagangan yang surplus dan tekanan dolar AS yang mereda di awal bulan seharus bisa menjadi katalis penguatan rupiah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Transaksi rupiah masih terbatas dan belum menjadi pilihan pelaku pasar. “Berlarut-larutnya keputusan soal BBM menjadi sentimen negatif bagi rupiah,” jelas dia.

Dari eksternal kata dia, pelaku pasar masih khawatir terhadap pelambatan ekonomi global membuat mereka cenderung memilih mata uang kuat seperti dollar AS dan menghindari aset-aset berisiko. “Apabila ekonomi global tidak pulih, maka sulit bagi rupiah untuk kembali ke level stabil,” kata dia.

Disamping itu kata dia, investor sedang menunggu keputusan rapat bank sentral AS. Sebab beberapa data ekonomi AS yang telah dirilis mengindikasikan The Fed akan menekan suku bunganya. “Data ekonomi AS yang cenderung melambat akan menekan dollar AS,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, rupiah terpuruk setelah Standard & Poor Ratings Services (S&P) merevisi peringkat utang Indonesia menjadi stabil dari positif. Menurut S&P, pemerintah Indonesia telah mengulur-ulur momentum reformasi ekonomi. “Revisi peringkat ini semakin membuat rupiah tertekan,”tutur dia.

Namun demikian kata dia, aksi profit taking akhir pekan diperkirakan bisa membatasi pelemahan rupiah. “Penjagaan ketat bank sentral di pasar uang juga mampu menahan rupiah,” pungkas dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Perluas ke Asuransi Mikro, Prudential Luncurkan PRUaman

JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hari ini mengumumkan

Produksi Padi Petani di Tangerang Melimpah

TANGERANG-Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, mencatat kenaikan produksi gabah dan beras