Sentimen S&P Masih Menjadi Penggerak

Jumat 22 Mei 2015, 10 : 23 am
by
ilustrasi

JAKARTA – Pasca pengumuman The Fed yang kembali menunda kenaikan suku bunga acuannya, indeks AS masih mampu ditutup pada teritori positif seiring dengan penurunan yield obligasi serta terbitnya ragam data indikator makro AS.

Pasar EU mencatat penguatan didorong oleh laporan data ekonomi wilayah Eropa, termasuk hasil pertemuan ECB yang menghasilkan keputusan untuk melanjutkan program stimulusnya.

“Pasar Asia Pasifik pagi ini mixed,” ujar analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih seperti dikutip dari laman samuel.co.id di Jakarta, Jumat (22/5).

Dari pasar komoditas dunia, jelasnya harga emas turun setelah rilis data ekonomi AS yang kembali menunjukan kestabilannya.

Penurunan harga emas tidak sedalam yang diperkirakan seiring dengan penundaan kenaikan suku bunga The Fed bulan depan. Harga minyak dunia tercatat naik setelah pelaku pasar melihat over supply berpotensi akan mereda kedepannya.

Sementara itu, dari pasar dalam negeri, IHSG tercatat berbalik arah setelah berita dari Standard and Poor’s (S&P) memperbaiki prospek rating hutang Indonesia dari stable menjadi positive.

“Hari ini, sentimen positif tersebut kami lihat masih akan menjadi penggerak indeks ditengah minimnya katalis. Nilai tukar rupiah tercatat pada Rp13,135/USD,” pungkasnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

UMKM Perempuan Perlu Dorongan dan Terfokus Hadapi KTT G20 Indonesia 2022

JAKARTA-Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan diadakan di Indonesia pada
Indonesia masuk dalam kategori tujuh negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia.

Presiden: Pembangunan Smelter Dalam Negeri Perkuat Hilirisasi Industri

SURABAYA-Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pembangunan smelter di tanah air dilakukan