Sequis Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesehatan dan Miliki Asuransi

Namun dokter Yosef juga menambahkan bahwa tekanan darah mungkin naik atau turun tergantung pada usia, kondisi jantung, emosi, aktivitas, dan obat-obatan yang seseorang ambil.

“Saat sedang tinggi tidak berarti Anda memiliki tekanan darah tinggi. Anda perlu mengukurnya pada waktu yang berbeda ketika Anda sedang beristirahat untuk mengetahui angka-angka khas Anda saat rileks,” tambahnya.

Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan rutin berolahraga sekitar 3-5x seminggu dengan durasi sekitar 60 menit (1 jam), pola makan yang lebih banyak serat dengan lebih banyak mengonsumsi serat dan protein nabati ketimbang karbohidrat dan lemak, serta mengurangi penggunaan garam, gula dan minum air mineral sekurangnya 3 liter sehari, 1 gelas per jam yang setara dengan 13 gelas plastik kecil 240 ml.

Baca :  13 Orang Dicekal, Kejagung Buru Tersangka Baru Jiwasraya

Puasa makan 1x dalam seminggu juga disarankan oleh dokter Yosef untuk memberikan kesempatan lambung dan usus bersih alami dan dapat memproses makanan dengan lebih baik ibarat kondisi mesin mobil baru ganti oli.

Sementara untuk olahraga yang sebaiknya rutin dilakukan juga dianjurkan agar jangan memilih olahraga yang terlalu berat. Karena pada pasien jantung olahraga kompetitif dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah.

“Olahraga punya batas toleransi. Jika sudah pernah terkena penyakit jantung maka sebaiknya menghindari olahraga yang kompetitif seperti futsal, basket, tenis dan sejenisnya. Pada pasien jantung sebaiknya olahraga yang terarah, terukur dan low impact seperti yoga, sepeda, jalan sehat dan berenang. Olahraga yang dapat memicu pelepasan hormon endorfin tersebut adalah olahraga terbaik bagi penyakit jantung. Tentunya untuk intensitasnya juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujar dokter Yosef.

Baca :  Asuransi Cakrawala Proteksi Buka Cabang ke-18 di Manado