Sikap Politik ‘Minus Malum’ Partai Demokrat, Lonceng Kematian Paslon Prabowo-Sandiaga

Di tengah keragu-raguan yang tinggi antara berada dalam koalisi Partai Politik Pengusung Capres-Cawapres atau berada di luar koalisi guna memilih jalan sendiri, akhirnya dengan setengah hati dan “minus malum” Partai Demokrat harus memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra, PAN dan PKS mengusung Paslon Prabowo-Sandiaga. Namun demikian Partai Demokrat harus tetap realisistis melihat realitas arus dukungan kader demokrat kepada Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, yang tidak bisa dibendung.

Sehingga pada akhirnya Partai Demokrat harus menghormati pilihan politik para kader, simpatisan dan sebagian struktural Partai Demokrat di tingkat bawah yang sejak awal bersuara lantang mendukung Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Realitas politik inilah yang membuat posisi Partai Demokrat menjadi gamang dan mendadak banting setir (kemudi), membangun tradisi politik baru dengan membebaskan arah dukungan politik para kader, simpatisan bahkan struktural Partai Demokrat yang sejak awal mendukung Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin,” ulasnya.

Artinya meskipun Partai Demokrat tetap terikat pada Perjanjian Koalisi Partai Politik Pengusung Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga, namun dalam soal hak pilih warga, Partai Demokrat telah didaulat untuk tunduk pada kehendak arus bawah dengan membebaskan kader-kader bahkan sebagian struktur Partai Demokrat di beberapa Provinsi untuk boleh berbeda pilihan politik memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, meski denga resiko hilangnya posisi tawar Partai Demokrat di mata Partai Koalisi Parobowo-Sandiaga.

“Inilah “lonceng kematian” bagi Paslon Capres-Cawapres Parabowo-Sandiaga,” pungkasnya.