Sirmadji: Said Abdullah Layak Maju di Pilgub Jatim

Sirmadji

BANGKALAN-Teka teki seputar siapa calon yang bakalan diusung DPP PDI Perjuangan untuk maju ke pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur 2013 mulai terkuak. Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim H Sirmadji Tjondropragolo mengisyaratkan Said Abdullah layak maju dalam Pilgub Jatim yang akan digelar pada Agustus 2014 mendatang. 

Namun demikian kata dia, DPD PDI Perjuangan Jatim tidak mempunyai kewenangan menentukan siapa kader yang layak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

“Saya kira, Said Abullah merupakan putra daerah Madura yang layak maju di pilgub. Secara geografis, Jatim terdiri dari dua daratan, yakni Jawa dan Madura. Di mana secara kultural dan historis Madura sangat kuat. Diharapkan, Jatim ke depan mampu berdiri dengan konstruksi kuat yang mencerminkan persatuan dan kesatuan,”  ujar Sirmadji saat roadshow ke Bupati Bangkalan RK Moh Makmun Ibnu Fuad di Pendapa Agung, Rabu (10/4). Dalam roadshow ini, Sirmadji didampingi Said Abdullah.

Baca :  Daya Tahan APBN Ditengah Resesi Ekonomi Global

Sirmadji mengaku, sejumlah nama telah disodorkan ke DPP PDI Perjuangan untuk diseleksi maju di Pilgub Jatim nanti.  Beberapa kandidat juga sudah mengikuti psikotes di DPP.

”Ada Pramono Anung, Bambang DH, Said Abdullah, Buchori, Suwardoyo dan ada juga pak Djarot,” jelas dia.

Namun, ketika disinggung siapa dari sejumlah nama-nama tersebut yang nantinya mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan, Sirmadji masih tetap bungkam.

”Tadi kan konstruksinya sudah jelas. Ending-nya kita lihat saja siapa yang direkom DPP. Apakah maju sebagai Jatim satu atau Jatim dua, itu tidak penting,” katanya.

Dia menambahkan, kehadirannya bersama Said Abdullah di Bangkalan hanya sekedar sowan ke Bupati Momon dan mantan Bupati RKH Fuad Amin. Intinya, meminta doa restu agar PDI Perjuangan bisa mengukir sejarah di Pilgub Jatim. ”Kita benar-benar bertekad untuk menghasilkan yang terbaik bagi masyarakat Jatim,” tandasnya.

Baca :  Penggeledahan Mandul, Revisi UU KPK Serasa "Bunuh Diri"

Sementara itu, Said Abdullah menegaskan, semua kader PDI Perjuangan berkewajiban mematuhi dan melaksanakan keputusan partai ketika rekomendasi  DPP turun.

”Saya tidak menginginkan apa pun kecuali menjalankan tugas partai,” terangnya ketika disinggung santernya kabar jika dirinya akan disandingkan dengan Khofifah Indar Parawangsa.

Berbagai informasi yang beredar menyebutkan, peluang pria kelahiran Sumenep mendapatkan rekomendasi DPP PDI Perjuangan sangat besar dibanding tokoh-tokoh lain.

Namun lagi-lagi Said mengatakan pilgub itu merupakan rejim partai. Artinya, apapun keputusan partai, Said yang kini duduk di Komisi VIII DPR ini siap menjalankannya.

“Saya ini loyalis partai. Printah partai akan saya jalankan,”  jawabnya.

Dalam keterangannya, kedatangan dirinya bersama Sirmadji tidak lain untuk memohon restu dan kulonuwon ke RKH Fuad Amin.

Baca :  Irjen Pol. Ronny Sompie Jadi Tumbal Tsunami Harun Masiku

”Dua periode Ra Fuad eksis. Begitu eksisnya beliau, putra (Bupati Momon) nya pun bisa meraih suara 93 persen di Pilkada Bangkalan. Itu perolehan terbanyak di Indonesia. Jadi kalau saya tidak datang Ra Fuad, itu namanya saya bukan orang Madura,” pungkas Said Abdullah yang juga menjabat Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim itu.