SJR: Jokowi Harus Segera Umumkan Darurat Nasional Covid 19

Direktur Eksekutif 98 institut , Sayed Junaidi Rizaldi

JAKARTA- Ketua Umum Rembuk Aktifis 98 Sayed Junaidi Rizaldi (SJR) meminta Presiden Joko Widodo mengumumkan darurat nasional Covid-19 mengingat makin banyaknya masyarakat Indonesia yang positif terinfeksi virus Korona di berbagai propinsi di Tanah Air.

Hal ini penting agar penanganan kasus ini dibawah satu komando dari pusat ke daerah-daerah.

“Dan ini akan kan sangat membantu dalam mengatasi wabah ini,” ujar Pak Cik dalam siaran persnya Minggu (15/3).

Sayed yang akrab disapa Pak Cik ini menyarankan Presiden Jokowi untuk melakukan mapping pontensi Covid-19 ini diseluruh wilayah Indonesia.

Langkah selanjutnya, memerintahkan seluruh kepala daerah untuk memeriksa kesehatan warganya terkait wabah korona.

“Ini sudah wabah dunia dan di Indonesia korban terjangkit virus ini sudah banyak. Tak bisa Jokowi mengatasinya sendiri dan kita juga harus mengapresiasi kerja para tim medis baik dokter maupun perawat serta TNI Polri yg sigap menangani pasien yg terinfeksi,” kata Pak Cik.

Baca :  Perovskite, Mineral Baru Sumber Energi Listrik Masa Depan

Pak Cik menegaskan, Jokowi mesti memerintahkan seluruh kepala daerah melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat door to door untuk memastikan kawasan mana dan siapa saja yang sudah terkena virus korona.

“Pemerintah pusat melalui pemerintah daerah segera melakukan pengecekan kesehatan seluruh warganya secara langsung dan memisahkan warga yang terjangkit korona. Ini harus dilakukan untuk segera mengetahui wilayah mana yang terjangkit virus ini,” katanya.

“Sudah betul Jokowi memilih Doni Monardo sebagai Ketua Gugus Tugas penangganan wabah Covid 19, pemerintah dalam mengatasi wabah Korona,” terangnya.

Namun demikian, Presiden Jokowi perlu memberi wewenang penuh kepada Pemerintah Daerah untuk mengatasi penyebaran Covid-19 ini.

“Dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah dapat segera mengendalikan keadaan daerah tanpa harus menunggu nunggu sehingga dapat mengambil jalan pintas dan solusi terkait berkembangnya virus ini di Tanah Air,” tambahnya.

Baca :  PLN dan IPP Diminta Siapkan Langkah Strategis Amankan Pasokan Listrik

Tutup Perbatasan
Di sisi lain, Sayed juga minta ketegasan Jokowi untuk menutup seluruh pintu keluar masuk wilayah NKRI dan melarang siapapun yang keluar masuk Indonesia.

“Kita harus menutup semua pintu masuk atau akses ke Tanah Air. Ini salah satu cara untuk membatasi berkembangnya virus ini yang ditularkan warga asing atau warga Indonesia yang masuk dari luar,” tegasnya.

Kondisi saat ini jelasnya sudah layak bagi bangsa ini melakukan isolasi diri secara menyeluruh. Apalagi akses masuk ke Tanah Air sangat banyak. Tidak hanya dijaga namun ditutup akses keluar masuknya.

“Ini kondisi sudah genting. Korban sudah berjatuhan namun kita keliatan agak santai merespon perkembangan dan makin merebaknya virus ini walau ada niatan agar jangan masyarakat panik tapi kan informasi kan sekarang sudah tidak bisa di bendung,” tegas lulusan pasca sarjana UI ini.

Baca :  Mei 2020, Optimisme Konsumen Melemah

Sayed mencontohkan presiden Amerika Serikat Donald Trump yang langsung menyatakan kondisi darurat untuk negaranya.

“Itu negara adikuasa loh. Mereka saja langsung sigap dan waspada terhadap perkembangan virus ini,” tambah Sayed.