SMGR Ajak BBTN Pulihkan Sektor Perumahan

Ilustrasi

JAKARTA-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terkait kerjasama percepatan pemulihan sektor perumahan yang sejalan dengan arahan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara agar tercipta kolaborasi BUMN yang mampu mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Ditektur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso, melalui kerjasama ini perseroan dengan brand SIG ini akan menyediakan solusi teknologi konstruksi melalui One-Day-One-Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.

Sehingga, bisa mempercepat proses pekerjaan dinding rumah berkualitas secara massal dalam kurun satu hari.

“Teknologi konstruksi Dynahome dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh stakeholders dalam pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia. Tantangan bagi developer, yaitu lamanya proses konstruksi rumah yang menghambat waktu akuisisi customer,” kata Hendi dalam siaran pers SMGR, Jakarta, Kamis (30/7).

Baca :  Sinergi Banyuwangi-BUMN, Anas: CSR Bisa Percepat Pembangunan

Sementara itu, kata dia, tantangan bagi kontraktor adalah periode konstruksi yang memakan waktu lama bisa mempengaruhi pemanfaatan kredit modal kerja, akurasi perencanaan dan realisasi terhadap proses konstruksi.

“Sedangkan tantangan bagi pemilik rumah, terkait kualitas rumah layak huni serta lamanya waktu menunggu rumah sampai terbangun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Hendi menjelaskan, Dynahome bisa membantu stakeholders untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah.

Waktu pengerjaan konstruksi dinding, kolom dan atap bisa dilakukan dalam satu hari, sehingga bisa memangkas proses keseluruhan pembangunan dan memungkinkan untuk pelaksanaan serah-terima rumah hanya dalam tujuh hari.

Dia menambahkan, teknologi Dynahome dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah tiga kali lebih banyak atau sebanyak 336 unit dalam waktu 90 hari, dibandingkan dengan memanfaatkan metode konvensional.

Baca :  OJK Yakin Pertumbuhan Kredit di Juli Berlanjut Hingga Akhir 2020

Sebelumnya, Suahasil menyampaikan kolaborasi entitas keuangan dan perumahan akan mampu mengakselerasi program PEN, lantaran kedua sektor ini memiliki daya ungkit yang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Dia menyebutkan, program PEN merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19.

“Sektor perumahan perlu melakukan terobosan dan instrumen baru, karena sektor ini mempunyai multiplier effect ke 170 industri lainnya. Kami mengharapkan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain, sehingga bisa mendorong pemulihan ekonomi,” katanya dalam webinar bertajuk “Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan” di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BBTN, Pahala N Mansury mengatakan bahwa perseroan merupakan lembaga perbankan yang berada dalam dalam ekosistem perumahan akan mendukung upaya percepatan pemulihan sektor perumahan.

Baca :  Lahan Diserobot, Anak Usaha PT PP Minta Perlindungan Hukum Polda Jatim

“Penyaluran kredit Bank BTN akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam jangka panjang dan diyakini bisa memberikan multiplier effect terhadap industri lain,” ucap Pahala