SMGR Aplikasikan Inovasi Reklamasi di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Ilustrasi

JAKARTA-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memutuskan untuk menerapkan teknik reklamasi dengan sistem baru di lahan pascatambang pabrik Tuban, Jawa Timur.

Teknik ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan saat pelaksanaan kegiatan operasi perseroan.

General Manager of Mining & Raw Material SIG, Musiran meyakini teknik baru yang mengaplikasikan sistem alur tersebut lebih ramah lingkungan dan efisien, jika dibandingkan dengan reklamasi yang telah umum dilakukan perusahaan semen.

“Jika menggunakan metode biasa, reklamasi dengan penanaman bibit pohon pada area satu hektar membutuhkan top soil mencapai 3.000 m3, namun dengan teknik alur ini kebutuhan top soil hanya 800 m3 dan tanpa mengurangi tingkat keberhasilan reklamasi,” kata Musiran dalam siaran pers SMGR, Jakarta, Jumat (10/7).

Baca :  Tekan Beban, SMCB Manfaatkan Bahan Bakar Pengganti Batubara

Dia menyebutkan, teknik yang menerapkan sistem alur dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit.

Musiran menjelaskan, sebelumnya metode reklamasi pascatambang batukapur di pabrik Tuban dilakukan dengan menutup seluruh permukaan dengan top soil.

Musiran mengungkapkan, teknik reklamasi dengan sistem alur mampu menekan biaya hingga mencapai 63 persen dibanding sistem konvensional.

Bahkan, tingkat keberhasilan reklamasi melalui sistem yang merupakan inovasi dari SMGR dan pertama di Indonesia ini bisa mencapai 85 persen.

Hingga saat ini SMGR telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 271,5 hektar dengan  tanaman Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi.

Jumlah pohon yang ditanam mencapai  419.091 batang.