Survei Mandiri Institute: 83% Pelaku UMKM Terbantu Program PEN

Ilustrasi

JAKARTA-Hasil survei Mandiri Institute di 319 kota menyimpulkan bahwa sebanyak 83 persen pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terbantu oleh berbagai program pemerintah terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun bantuan produktif melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp124 triliun.

Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono dalam diskusi virtual bertajuk “Usaha Mikro Mampu Bertahan di Masa Pandemi” mengatakan, hasil survei pada Agustus-September 2020 menghasilkan data bahwa sebanyak 46 pelaku UMKM sangat terbantu oleh bantuan pemerintah dan sebesar 37 persen pelaku UMKM merasa bantuan pemerintah cukup membantu.

Namun, sebesar 17 persen responden merasa tidak terbantu atas program PEN. 

“Kami melihat bahwa persepsinya cukup positif, yakni sebanyak 83 persen pelaku UMKM merasa terbantu oleh bantuan pemerintah,” ujar Teguh di Jakarta, Kamis (19/11).

Baca :  Fokus Pemerintah Pada Kesehatan, Bantuan Sosial dan Dunia Usaha

Dia menyebutkan, hasil survei menunjukkan bahwa langkah pemerintah dalam memberikan bantuan kepada UMKM dalam bentuk restrukturisasi kredit hingga subsidi bunga sangat membantu para pelaku untuk dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Program PEN sangat membantu pelaku UMKM di tengah dampak pandemi,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, para pelaku UMKM memang menjadi fokus pemerintah dalam menggelontorkan bantuan melalui Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya kepada pelaku usaha yang terdampak kondisi pandemi Covid-19.

Sebanyak 12 juta UMKM telah tersalurkan bantuan melalui program PEN, yakni sebesar Rp124 triliun.

Di sisi lain, lanjut Teguh, hasil survei menyimpulkan bahwa proses sosialisasi yang dilakukan pemerintah sudah dilakukan dengan sangat baik, terbukti dari banyaknya pelaku UMKM (79 persen) di berbagai daerah mengetahui adanya program PEN. 

Baca :  DPD RI Awasi 174 Pasal Dalam RUU Ciptaker

“Ini membuktikan sosialiasi yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil yang baik, karena mampu menjadi top off mind bagi para pelaku UMKM,” ucapnya