Tanda Tangan Mosi Penundaan Musda PG Dipalsukan

BEKASI-Ketua Majelis Dakwah Kota Bekasi, H Alimuddin melaporkan pemalsuan tanda tangan surat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Rahmat Effendi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi dan Penolakan Penyelenggaran MUSDA V Partai Golkar Kota Bekasi kepihak Kepolisian.

Diduga pemalsuan diinsiatori oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Heri Budi Susetyo dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Ardin Marham.

Diketahui, pada isi surat mosi tidak percaya tersebut terdapat sejumlah tanda tangan dari beberapa pihak diantaranya Ketua MKGR Kota Bekasi dan Sekretaris, Ketua Fokusmaker Kota Bekasi Dan Sekretaris, Ketua Kosgoro Kota Bekasi dan Sekretaris, Ketua Majelis Dakwah Kota Bekasi dan lima unsur pimpinan kecamatan Partai Golkar.

Baca :  Warga Takut Keluar Rumah, Pedagang Wisata Kuliner Berikan Diskon

Sejumlah tanda tangan Mosi tidak percaya tersebut diduga di palsukan dan juga mengatasnamakan pribadi bukan lembaga.

Salah satu tanda tangan yang dipalsukan adalah Ketua Majelis Dakwah Kota Bekasi, H Alimuddin.

Dari penelusuran awak media, Surat tanda penerimaan laporan/pengaduan dengan nomor: LP/1759/K/VII/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota yang menerangkan bahwa pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020, Jam : 21.00 WIB. H Alimuddin melaporkan pemalsuan tanda tangan yang terjadi pada 29 Juli 2020.

“Saya tidak pernah menandatangani. Dan sudah dilaporkan kepihak yang berwajib (Kepolisian),” Kata Ketua Majelis Dakwah Kota Bekasi, H Alimuddin.

Dilain pihak, Wakil Ketua Ormas MKGR Kota Bekasi, Resti Windarti mengatakan penanda tanganan mosi tidak percaya yang juga ditanda tangani oleh Ketua MKGR Kota Bekasi dan Sekretaris bukan berdasarkan keputusan lembaga organisasi, melainkan keputusan pribadi atau sepihak.

Baca :  12 Kecamatan Kota Bekasi Zona Merah, Positif Covid-19 Mencapai 232 Jiwa

“Itu bukan keputusan lembaga. Tanda tangan mereka itu atas dasar kepentingan pribadi. Bukan berdasarkan keputusan yang diambil secara kolektif kolegial pengurus,” tegasnya

Dirinya menegaskan jika pengurus juga sudah mengeluarkan Mosi tidak percaya kepada Ketua dan Sekretaris MKGR Kota Bekasi atas dasar tidak berjalannya roda organisasi.

“Kita tidak pernah rapat harian, keputusan yang diambil juga tidak pernah berdasarkan keputusan rapat pleno sesuai AD/ART Organisasi. Selain itu, belum pernah terjadi pelantikan pengurus juga tidak terdapat kepengurusan anak cabang di dua belas kecamatan se Kota Bekasi,” tuturnya.

“Kita tegaskan kembali jika tanda tangan Ketua MKGR dan Sekretaris di Mosi tidak percaya tersebut itu atas dasar pribadi bukan keputusan organisasi,” tandasnya.

Baca :  Peringati HUT ke 14, PDAM TP Kota Bekasi Potong Tumpeng