Target Penciptaan Lapangan Kerja Tidak Tercapai

Senin 5 Mei 2014, 7 : 33 pm
by

JAKARTA-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengaku tidak puas dengan angka pengangguran yang turun tipis di awal tahun 2014. Diduga, melemahnya pertumbuhan ekonomi Indomesia akibat imbas ekonomi global menjadi salah satu sebab menurunnya penyerapan tenaga kerja. “ Tentunya kita tidak puas dengan capain penurunan pengangguran yang tipis. Target penciptaan lapangan kerja tidak tercapai salah satunya karena pertumbuhan ekonomi Indonesia agak melemah akibat pengaruh ekonomi global, “kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Kantor Kemnakertrans Senin (5/5).

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran per Februari 214. Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,7% atau 7,15 juta jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan Februari 2013 yang sebesar 5,82% (7,2 juta jiwa) maupun Agustus 2013 yang 6,17% (7,41 juta jiwa).

Kepala BPS Suryamin mengatakan, dalam setahun terakhir jumlah pengangguran bisa diturunkan sebanyak 50 ribu orang. Namun jika dibandingkan dengan Agustus 2013, jumlah pengangguran turun 260 ribu orang Muhaimin mengatakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama ini juga belum dapat secara signifikan menyerap tenaga kerja baru. “ Padahal semestinya setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi harusnya mampu menyerap 500 ribu tenaga kerja baru, Itu yang terjadi belum sampai ke situ,”katanya.

Sebagai solusi mengurangi angka pengangguran, Muhaimin mengatakan pemerintah mendorong terjadinya hubungan industrial yang makin kondusif sehingga mampu meningkatakn produktivitas kerja. “ Dengan hubungan industrial yang baik, maka produktivitas kerja akan meningkat dan diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja dan keuntungan perusahaan sehingga mampu membuka lowongan kerja baru,”jelasnya.

Langkah lainnya adalah meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja yang sesuai dengan pasar kerja. Rendahnya standar kualitas ketrampilan dan kompetensi kerja, kata Muhaimin mengakibatkan calon tenaga kerja sulit menembus lowongan-lowongan yang disediakan pasar kerja dan industri tanah air. “Selama ini lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan, terutama swasta belum mampu menyesuaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga banyak lowongan pekerjaan yang tidak terisi akibat tidak adanya link and match, “ ucapnya.

Muhaimin menambahkan upaya menanggulangi pengangguran dan kemiskinan terus dilakukan pemerintah dengan melibatkan peran lintas kementerian pemerintah daerah, pengusaha, pekerja serta semua lapisan mayarakat. “Pemerintah terus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan baru baik di bidang formal maupun informal. Salah satu upaya adalah melaksanakan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) yang diselenggarakan di seluruh Indonesia,” kata Muhaimin.

Pelaksanaan program Aksi GPP ini digelar berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Program Aksi GPP ini diantaranya meliputi kegiatan padat karya infrastruktur dan produktif, pemberdayaan masyarakat mandiri, penerapan teknologi tepat guna, Kewirausahaan pendayagunaantenaga kerja pemuda mandiri profesional dan pendampingan serta jobfair, subsidi program pelatihan keterampilan, desa produktif dll “Pemerintah memprioritaskan kegiatan- kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja, menanggulangi pengangguran dan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja (job creation) yang lebih luas, “kata Muhaimin.

Selama ini kata Muhaimin untuk meningkatkan penyerapan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan lima pilar aksi penciptaan kesempatan kerja yang diimplementasikan pada tahun ini melalui program penciptaan kesempatan kerja satu juta. Pemerintah menetapkan 5 pilar strategi yaitu Informasi dan Layanan Ketenagakerjaan, Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Angkatan Kerja, Pengembangan UMKM dan kewirausahaan, Program Padat Karya dan Infrastruktur serta Program Darurat Penciptaan Lapangan Kerja. Selain itu, kata Muhaimin, alternatif lain untuk mengurangi angka pengangguran adalah dengan memperbanyak kesempatan kerja melalui wirausaha yang dapat dilakukan oleh semua lulusan jenjang pendidikan mulai dari SD sampai lulusan universitas/perguruan tinggi.

Muhaimin mengatakan untuk mendorong pertumbuhan wirausaha di Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi setiap tahun terus berkomitmen untuk mewujudkan penciptaan 10.000 orang wirausaha baru per tahun di 33 Propinsi melalui bantuan pelatihan dan pembinaan. Nantinya para wirausaha itu akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Strategi lainnya yang dilakukan Kemenakertrans adalah dengan memberikan kesempatan bagi kalangan lulusan SMA, SMK dan sarjana untuk magang di dunia usaha dan industri baik di dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu kata Muhaimin untuk menangani pengangguran di daerah-daerah pemerintah berupaya memperbanyak pelatihan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri, pengembangan sistem informasi pasar kerja mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan padat karya yang mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah besar “Kesempatan kerja di Indonesia masih terbuka namun sangat kompetitif. Oleh karena itu pencari kerja dan pengangguran harus melengkapi kemampuannya dengan kompetensi kerja sehingga bisa dengan mudah menentukan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginannya,” imbuhnya.

Namun penciptaan lapangan kerja baru membutuhkan kehadiran investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya produktivitas kerja. Oleh karena itu, hubungan industrial yang kondusif dan harmonis menjadi syarat agar investor tertarik dan membukainvestasi baru.

 

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Asuransi TKI Jadi Perhatian DPR

HONGKONG-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti masalah asuransi Tenaga Kerja

Ganjar Pastikan Kelompok Rentan Diwajibkan Terlibat dalam Pengambilan Keputusan Pemerintah

JAKARTA-Calon Presiden RI Ganjar Pranowo memastikan akan melibatkan kelompok rentan