Telan Rp16,2 Triliun, PUPR Kebut Tol Pekdum Selesai April 2020

Tol Pekanbaru-Dumai

PEKANBARU—Konstruksi proyek Tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum) sepanjang 131 Km mendapat perhatian Presiden Jokowi. Karena tol ini menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi Sumatera. Kini tol tersebut telah mencapai progres 87,74% dan ditargetkan beroperasi akhir April 2020.

“Kita harapkan akhir April 2020 sudah selesai sehingga saat Lebaran bisa dilalui. Kalau dulu pada ruas jalan nasional Pekanbaru – Dumai waktu tempuhnya 4 sampai 5 jam, dengan keberadaan tol akan bisa ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam,” kata Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Riau Samsuar meninjau pembangunan Tol Pekanbaru – Dumai, Jumat (21/2/2020).

Tol tersebut akan meningkatkan konektivitas Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

Presiden Jokowi juga mengatakan kehadiran tol ini akan mempercepat mobilitas orang dan logistik sehingga meningkatkan daya saing sekaligus stok infrastruktur nasional. “Tol ini akan memperpendek jarak tempuh antara Pekanbaru – Dumai menjadi 131 kilometer di mana melalui jalan nasional jaraknya 200 kilometer.

Baca :  Infrastruktur Kurangi Kesenjangan Kawasan Perbatasan Kaltara

Di samping itu, menurut Menteri Basuki manfaat lain dari Tol Pekanbaru – Dumai membuat jalan nasional lebih awet karena tidak dilewati kendaraan berat. Tol Pekanbaru – Dumai dibangun dengan total biaya investasi Rp 16,21 triliun. “Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Trans Sumatera mencapai 75% dari Feasibility Study, ini lebih tinggi dari tol Trans Jawa. Saya kira truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahan dari asal sampai ke pabrik,” ungkapnya.

Tol ini merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.799,3 km yang membentang dari Lampung hingga Aceh dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2024. Tol ini terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru – Minas (9,5 km), Seksi II Minas – Petapahan (24,1 km), Seksi III Petapahan – Kandis Utara (16,9 km), Seksi IV Kandis Utara – Duri Selatan (26,25 km), Duri Selatan – Duri Utara (29,4 km), dan Seksi VI Duri Utara – Dumai (25,44 km).

Baca :  Bandara Soetta Perlu Perlebar Landasan Pacu

Untuk pembebasan lahan secara keseluruhan mencapai 99,78% sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan cepat. Sementara dari seksi I, seksi V dan seksi VI pembebasan lahan telah mencapai 100 persen. Progres konstruksi seksi I Pekanbaru-Minas telah mencapai 100%, sementara untuk seksi II sudah 89,83% seksi III 83,72%, seksi IV 88,77%, seksi V 90,12% dan seksi VI 82,97%.

Pada seksi IV Kandis Utara – Duri Selatan, ruas tol melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil di mana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Untuk itu telah disiapkan empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 – 45 meter dan tinggi 5.1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.

Baca :  Jokowi Tuding Baja Impor Dorong Defisit Neraca Perdagangan

Proyek tol yang dikerjakan mulai Juli 2017 dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya direncanakan memiliki enam simpang susun yakni Simpang Susun Minas, Kandis Selatan, Kandis Utara, Duri Selatan, Duri dan Duri Utara. Tol ini akan dilengkapi dengan tujuh buah gerbang tol dan 10 TIP yang terdiri dari enam TIP tipe A dan empat TIP tipe B. ***