Telat Rilis Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi ke Emiten BUMN Hingga Bakrie Group

Friday 14 Jun 2024, 11 : 01 am
by
Untuk target pencatatan Efek baru di 2022 adalah sebanyak 68 Efek, yang terdiri dari pencatatan saham, obligasi baru dan pencatatan efek lainnya yang meliputi ETF
Ilustrasi

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk memberikan sanksi Peringatan Tertulis II dan denda Rp50 juta kepada 77 Perusahaan Tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan Kuartal I-2024.

“77 Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir 31 Maret 2024 yang tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik hingga 30 Mei 2024,” demikian disebutkan dalam Pengumuman BEI dipublikasikan hari ini (13/6).

Apabila mengacu pada Ketentuan II.6.2 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi, maka sebanyak 77 emiten tersebut dikenakan sanksi Peringatan Tertulis II dan denda senilai Rp50 juta.

Pemberian sanksi ini juga mengacu pada Ketentuan III.1.1.5.1 dan Ketentuan III.1.1.5.2 Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Baca juga :  Hari Ini, BNII Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi Rp306,375 Miliar

Dari 77 emiten yang dikenakan sanksi tersebut, di antaranya adalah perusahaan BUMN, yakni KRAS, KAEF dan INAF, selain itu juga ada emiten Sinar Mas Group yaitu DSSA.

Bahkan, sejumlah emiten dari Bakrie Group juga menerima sanksi dari BEI, seperti VIVA, MDIA, BTEL hingga UNSP

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Raka

Adalah jurnalis dengan pengalaman kurang lebih 18 tahun di dunia jurnalistik. Fokus utamanya adalah pada liputan ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Melorot

JAKARTA-Posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2015 tercatat sebesar US$101,7

PSN Ngada Tolak Sanksi Panitia Disiplin PSSI

JAKARTA-Manajemen Tim Perserikatan Sepakbola Ngada (PSN) melayangkan surat protes kepada