Telkomsel Komitmen Optimalkan Kesiapan Jaringan di Sektor Pendidikan

ilustrasi

JAKARTA-PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berkomitmen mendukung keberlanjutan sektor pendidikan di masa pandemi Covid-19 dengan menjamin ketersedian jaringan 4G dan menyediakan harga terjangkau untuk produk konektivitas digital.

Keterangan resmi Telkomsel tersebut disampaikan SVP Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir dalam diskusi virtual melalui kanal YouTube Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Subsidi Pulsa: Belajar Aman dan Tetap Terkoneksi dari Rumah” yang dikutip di Jakarta, Kamis (1/10).

Pada pemaparannya, Dharma mengaku, perseroan mendukung upaya optimalisasi layanan telekomunikasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sehingga para pelajar bisa melakukan kegiatan belajar di masa pandemi Covid-19.

“Kami akan mengupayakan semangat belajar di tengah pandemi Covid-19 tetap terjaga,” imbuhnya.

Guna mendukung keberlanjutan aktivitas di sektor pendidikan, kata Dharma, Telkomsel akan menjamin ketersediaan jaringan 4G dengan kualitas prima.

“Pada proses belajar ini, permintaan bandwidth yang cukup besar seharusnya menggunakan jaringan 4G, maka kami akan mengoptimalisasi jaringan,” tuturnya.

Selain itu, ungkap dia, Telkomsel juga berjanji akan menyediakan kecukupan kapasitas jaringan di sektor pendidikan, bahkan lalu-lintasnya ingga keluar negeri.

Dharma menambahkan, pihaknya juga akan memberikan produk konektitas digital dengan harga terjangkau bagi masyarakat yang tidak menerima subsidi kouta data internet di masa pandemi.

“Kami memastikan bahwa kuota data harganya lebih terjangkau yang berada di bawah rata-rata harga komersial di publik. Ini adalah komitmen bersama antara operator dan pemerintah,” ujar Dharma.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Hasan Chabibie menyebutkan, Kemendikbud menargetkan penyaluran bantuan kuota data internet di sektor pendidikan pada September 2020 mencapai 27,3 juta orang, sejalan dengan upaya mendukung proses belajar-mengajar secara daring.

“Target penerima bantuan kuota data internet oleh Kemendikbud mencapai 27,3 juta yang disalurkan di September 2020,” kata Hasan sembari menyebutkan bahwa penyaluran bantuan di Tahap Pertama pada 22-24 September 2020 dan Tahap Kedua pada 28-30 September 2020.