Terbongkar! Oknum Penegak Hukum di Ende Diduga Tebang Pilih Dalam Kasus Korupsi

Jumat 17 Mei 2024, 11 : 45 pm
Petrus Selestinus, Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara) dan Advokat PERADI

JAKARTA – Koordinator TPDI & Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara), Petrus Selestinus menyoroti penanganan kasus korupsi yang terjadi di Ende, Flores, NTT, di mana oknum penyidik dari Kepolisian dan Kejaksaan diduga melakukan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi.

Petrus mengungkapkan bahwa model tebang pilih ini sudah menjadi tren dan sangat populer di Ende selama 15 tahun terakhir.

Mirisnya, beberapa kasus korupsi bahkan berulang tahun dan diwariskan dari satu Kapolres atau Kajari ke penerusnya tanpa ada penyelesaian yang jelas.

“Terjadi kolaborasi antara penjahat dan penguasa dari atas sampai ke bawah,” tegas Petrus.

Ia menduga oknum penyidik melakukan kolaborasi dengan pelaku korupsi dan pejabat untuk meloloskan pelaku sesungguhnya atau mendapatkan keuntungan pribadi. Budaya “ATM” ini sudah menjadi sistem dan sumber penghasilan sampingan bagi oknum penyidik.

Kasus Korupsi Mangkrak dan Promosi Jabatan yang Aneh

Petrus mencontohkan beberapa kasus korupsi yang mangkrak di Ende, seperti kasus PDAM Ende yang melibatkan separuh anggota DPRD Ende sejak 2008 dan kasus korupsi proyek Bencana Banjir dan Tanah Longsor TA 2016.

Ironisnya, meski minim prestasi dalam penegakan hukum, terutama dalam penindakan Tindak Pidana Korupsi, oknum Kapolres dan Kajari di Ende justru mendapatkan promosi jabatan ke daerah lain.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Indonesia Tandatangani 2 Perjanjian Internasional dan Adopsi 5 Aturan Penerbangan

HANOI-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan sepakat untuk menandatangani 2 perjanjian

Jalin Kerja Sama dengan RS di Jerman, RSPAD Nantinya Bisa Operasi Transplantasi Hati

JAKARTA-Setiap tahun ada sekitar Rp 155 triliun uang yang dihabiskan