Terbongkar, Saham Bakrie Grup Bikin Anjlok Jiwasraya

ilustrasi

JAKARTA-Penasihat Hukum Heru Hidayat Kresna Hutauruk menilai sebenarnya kerugian yang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada tahun 2008 bukan akibat investasi di saham-saham seperti PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).

Kresna menegaskan, justru saham-saham yang memiliki nilainya turun seperti saham-saham Grup Bakrie yang menyebabkan kerugian investasi bagi Jiwasraya.

“Kita lihat dalam persidangan tadi, penyebab kerugian di awal bukan saham-saham IIKP atau Tram atau milik terdakwa, banyak barang lain (Grup Bakrie),” ujar Kresna saat ditemui di sela-sela persidangan lanjutan¬†perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca :  Intervensi Hakim, TPDI: Karangan Bunga Dukung Bentjok Harus Ditertibkan

Dalam persidangan itu, lanjut Kresna, saksi juga membuktikan bahwa saham TRAM yang awalnya alami kerugian justru berbalik untung pada saat saham itu masuk ke Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Sebaliknya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru alami penurunan.

“Kemudian ketika masuk ke KPD (BUMI) nilai barangnya menyusut, nilai barang yang rugi masuk ke KPD malah untung seperti itu. Rekan saya tadi juga menanyakan diantara saham yang tidak menyusut itu BNII dan IIKP,¬† dann yang menyusut Grup Bakrie juga,” ucap dia.

Salam sidang lanjutan tersebut, saksi yang dihadir kan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Mantan Kepala Pengembangan Dana Asuransi Jiwasraya Lusiana mengungkapkan, terdapat dua emiten yang alami kenaikan harga saham dari 30 emiten saat diserahkan KPD untuk asset settlement.

Baca :  Said Abdullah: Tak Perlu Pansus, Cukup Panja Jiwasraya Saja

“BNII pada saat diserahkan iya betul naik. Saat diserahkan plus sedikit saja. Ada IIKP (yang naik) kenaikan Rp 2,65 miliar,” kata Lusiana

Di sisi lain, Kresna juga menyoroti, daftar indeks LQ45 pada saksi Lusiana terkait saham IIKP dan TRAM. Dalam hal itu, Saksi mengetahui bahwa TRAM sempat masuk LQ45 pada tahun 2008, tapi tak mengetahui IIKP masuk indeks saham-saham yang liquid lainnya yaitu Kompas100.

“Kalau tidak liquid, tidak mungkin masuk LQ45, saya tanya tadi indeks di BEI ada beberapa, ada juga indeks kompas100. Pada 2008-2009 saat dimiliki Jiwasraya Itu IIKP masuk Kompas100, jadi kalau dia bilang tidak liquid tidak mungkin,” tukas dia.

Baca :  Kasus Jiwasraya, Uchok: OJK Buang Muka, Jaksa Mencari Muka, Nasabah Hilang Muka