The Fed Putuskan Tapering US$10 Miliar

JAKARTA-Bursa AS ditutup menguat signifikan sekitar 1.5% di akhir sesi perdagangan semalam (Rabu, 18/12) setelah The Fed memutuskan untuk mengurangi besaran stimulus moneternya sebesar US$10 miliar menjadi US$75 miliar/bulan, namun berkomitmen mempertahankan suku bunga tetap rendah bahkan setelah QE3 berakhir. The Fed juga memberikan optimisme di pasar dengan merevisi turun proyeksi unemployment rate AS di akhir 2014 menjadi 6.3-6.6%. Yield obligasi AS hanya naik sekitar 5.8bps ke level 2.89% meski sempat melonjak mencapai 2.92% di intraday. Harga minyak menguat tipis 0.6% ke level US$97.8/barel sementara harga metal bergerak mixed. ETF Indonesia di bursa AS melonjak pasca pengumuman tapering dan ditutup menguat 1.5%.

Analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan  bursa Asia pagi ini (Kamis, 19/12) turut dibuka menguat terutama bursa Jepang memfaktorkan penguatan bursa AS pasca tapering diumumkan.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah pagi ini dibuka melemah ke level Rp12,200/US$ dengan kurs NDF juga melemah ke level Rp12,190/US$ sementara yield SUN 10thn masih relatif flat di level 8.42%. IHSG sendiri hari ini diperkirakan akan dibuka menguat seiring penguatan bursa regional dan EIDO semalam. Namun demikian, sentimen negatif dari depresiasi Rupiah diperkirakan akan membatasi penguatan IHSG hari ini. “Resistance indeks berada di level 4,225,” ujar Lana dalam riset hariannya seperti dikutip dari www.samuel.co.id.