Tingkatkan Ekonomi Nasional, KOPITU Dukung Program Gratieks Kementan

Ketua Umum Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) Yoyok Pitoyo saat menghadiri silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan RI) SyahruI Yasin Limpo di kantor Kementan RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2020.

JAKARTA-Ketua Umum Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) Yoyok Pitoyo mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) terkait Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks).

Dukungan ini disampaikan Yoyok saat menghadiri silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan RI) SyahruI Yasin Limpo di kantor Kementan RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2020.

“Bagi UMKM yang sudah melakukan ekspor perlu ada pengembangan pasar, salah satunya melakukan penetrasi market di luar negeri. Untuk itu kami akan mensukseskan dan bersinergi dalam program Gratikes,” ujar Yoyok.

Menurutnya, sinergitas yang dilakukan tersebut akan membuat suatu parameter terukur terhadap kebutuhan ekspor yang ada di negara-negara yang sudah ditentukan.

Baca :  PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level Ekspansif

“Kami sudah bicarakan gagasan kami ke pak Mentan untuk membentuk suatu Indonesia groseri yang langsung end user untuk bisa langsung ada parameter terukurnya,” tandasnya.

Lebih lanjut, Yoyok mengatakan bahwa saat ini UMKM di sektor pertanian berjumlah hampir 100 ribu.

Bahkan di tengah pandemi covid-19, hanya UMKM pertanian yang mengalami peningkatan permintaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Eksistensi UMKM pertanian saat pandemi ini sangat luar biasa sekali, selebihnya UMKM yang diluar pertanian mengalami stagnan,” terang Yoyok.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan kerap menyampaikan bahwa Gratieks merupakan upaya untuk mengakselerasi kinerja sektor pertanian sehingga berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

Baca :  Lawan COVID-19, Mendag Serahkan Bantuan Rp5,4 Miliar

“Kita berharap semua elemen bangsa mendorong sektor pertanian untuk terus bekerja dan berproduksi serta meningkatkan kualitas supaya mampu bersaing dengan produk luar negeri,” ungkap SYL.

Oleh karena itu, UMKM yang ada menurut Yoyok harus bertansfomasi ke sektor pertanian yang berdasarkan kebutuhan marketnya sekarang sangat tinggi dan menjadi prioritas utama masyarakat di tengah pandemi.

“UMKM pertanian bisa dikembangkan sebagai tolak ukur kebangkitan. Yang selama ini diluar pertanian kita ajak ke bidang pertanian yang saat ini kebutuhan pasarnya sangta besar baik di hulu hingga hilirnya. Dengan situasi saat ini, momen yang dibutuhkan adalah peningkatan ekspor,” tutur Yoyok.