Tips Menyiapkan Pensiun Sejahtera

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Oleh: Freddy Tedja

Setiap orang mendambakan masa pensiun yang sejahtera.  Namun, tidak semua bisa mewujudkannya karena berbagai alasan.

Perencanaan dan prioritas penggunaan penghasilan di masa produktif serta gaya hidup sangat menentukan tingkat kesejahteraan seseorang di masa pensiunnya kelak.

Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), akan berbagi tips untuk menyiapkan masa pensiun yang sejahtera.

 
Ubah pola pikir tradisional

Jika Anda bertekad untuk pensiun sejahtera Anda harus tahu bahwa mengandalkan dana jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup di masa pensiun kelak tidaklah cukup. Bahkan jika ditambah dengan program pensiun pun (DPLK dari perusahaan) masih tidak mencukupi.

Karena kenyataannya, biaya hidup di masa pensiun kelak tidak jauh berbeda dengan biaya hidup yang dikeluarkan di masa produktif.  Walau beberapa pos pengeluaran mengalami penurunan, seperti transportasi, namun biaya kesehatan justru akan mengalami peningkatan.

Baca :  Ekspor dan Investasi Jadi Prioritas Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Dukungan dana dari anak atau anggota keluarga lainnya juga kerap diandalkan sebagai sumber pendapatan di masa pensiun kelak.

Padahal, sudah seharusnya Anda memutus rantai sandwich generation, terutama jika Anda ingin anak-anak hidup bahagia dan Anda menikmati pensiun sejahtera.

Maka, pilihan lainnya adalah kerja lagi walau sudah memasuki usia pensiun. Tantangannya adalah tidak banyak perusahaan yang mau menerima pekerja usia pensiun.

Maka, satu-satunya sumber pendapatan yang bisa diandalkan di masa pensiun nanti adalah kekayaan rumah tangga atau aset yang dikumpulkan sejak masa produktif, seperti dana investasi di reksa dana, saham, obligasi, properti, dan lain-lain.

“Pasak harus lebih kecil dari tiang”

Boleh menikmati hidup, tapi jangan sampai gaya hidup sekarang harus dibayar susah payah di masa depan.

Agar memiliki kekayaan rumah tangga yang cukup, mulailah dengan gaya hidup yang tidak berlebihan.  Meskipun Anda mampu membeli smart phone keluaran terbaru, terus mengikuti tren dan membeli smart phone keluaran terbaru bukanlah keputusan terbaik untuk masa depan Anda.

Baca :  Presiden Dorong Negara G-20 Hapus Hambatan Perdagangan

Sebaliknya, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencicil rumah yang akan Anda tempati di masa pensiun kelak, dengan ukuran yang tidak terlalu besar.  Tentunya agar cicilannya dapat segera Anda lunasi sebelum memasuki masa pensiun dan agar biaya pemeliharaannya kelak tidak terlalu membebani Anda.

Maka, mulailah hidup sederhana dan sisihkan minimal 10% untuk menyiapkan pensiun yang sejahtera.

Lunasi utang

Lunasi semua utang Anda.  Jika Anda benar-benar ingin memiliki masa pensiun yang sejahtera, lunasi utang-utang Anda secara bertahap hingga semuanya lunas.  Kemudian, sisihkan setidaknya 30% dari penghasilan Anda saat ini, agar di masa pensiun nanti Anda bisa menikmati hasil kerja keras Anda sewaktu usia produktif.

Simpan di tempat yang tepat

Untuk persiapan pensiun, semakin panjang persiapan, semakin ringan cicilan yang harus disisihkan tiap bulan.

Baca :  Pertumbuhan Investasi Diprediksi Melambat

Silahkan diversifikasi untuk masing-masing tujuan keuangan yang akan Anda capai.

Misalnya investasi di reksa dana. Tinggal Anda pilih reksa dana apa yang akan Anda pilih, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham. Tentukan berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko Anda.

Biarkan uang Anda yang bekerja. Ingat, ancaman inflasi masih membayangi, tempatkan uang di instrumen investasi yang memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari inflasi. Jangan mudah tergiur dengan instrumen investasi yang memberikan imbal hasil sangat tinggi.

Semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus kita tanggung. Pensiun bukan masalah main-main, menyangkut kehidupan Anda di masa tua. Jadi simpanlah di instrumen investasi yang tepat.

Penulis adalah Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)